Enam Gugus Inovasi PKT Raih Predikat 4 Stars di APQO 2026 Bali, Andik Cahyanto Sebut Semangat Perbaikan Berkelanjutan

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Jumat, 06 November 2026 | 07:16:01 WIB
Enam gugus inovasi PKT meraih predikat 4 Stars pada APQO International Conference 2026 di Bali.

BONTANG — Enam gugus inovasi PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) menempati predikat tertinggi 4 Stars pada 31st Asia Pacific Quality Organization (APQO) International Conference yang digelar di Bali pada 26–29 Oktober 2026. Keenam tim yang tampil adalah QCP BINAPER, QCP BLACK & GOLD, QCP LIGA SEMBILAN, QCP RISKTEX-PKT, QCP SMARTWELD, dan QCP SYN-EOST.

Predikat 4 Stars diberikan setelah dewan juri menilai kualitas gagasan dan penerapan inovasi masing-masing gugus. Penilaian mencakup kemampuan tim menghadirkan solusi atas tantangan operasional melalui perbaikan yang berjalan terus-menerus, bukan sekadar ide di atas kertas.

Apa Itu APQO dan Mengapa PKT Ikut Bersaing di Bali

APQO merupakan forum kualitas dan inovasi tingkat Asia Pasifik yang mempertemukan perusahaan, institusi, dan praktisi dari berbagai negara. PKT mengirim enam gugus inovasinya untuk menguji standar gagasan yang selama ini dikembangkan di lingkungan pabrik dan unit kerja.

VP Sistem Manajemen Terpadu dan Inovasi (SMTI) PKT, Insyiah Meida Luktyansyah, menyatakan keikutsertaan perusahaan bertujuan meningkatkan mutu inovasi agar memenuhi standar internasional dan mendapat pengakuan lebih luas. Menurutnya, predikat 4 Stars membuktikan insan PKT punya kapasitas dan kompetensi menghasilkan terobosan bernilai tambah.

"Keberhasilan ini menjadi kebanggaan sekaligus bukti bahwa budaya inovasi di PKT terus berkembang, terutama dalam menghadirkan solusi atas berbagai tantangan di lingkungan perusahaan," ujar Meida.

Dari Efisiensi Proses Kerja sampai Sistem yang Adaptif

Pengembangan inovasi di PKT diarahkan agar setiap solusi benar-benar diterapkan dan memberi manfaat berkelanjutan. Sasaran yang dikejar mencakup peningkatan efektivitas proses kerja, optimalisasi sumber daya, penguatan keandalan operasional, hingga pengembangan sistem kerja yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

Perusahaan juga melibatkan seluruh insan PKT lewat program pembinaan dan kompetisi internal. Setiap unit kerja mendapat ruang mengidentifikasi potensi perbaikan, mengembangkan solusi, lalu mengukur manfaat inovasi yang dihasilkan.

Gagasan terbaik dari kompetisi internal kemudian dipresentasikan di forum lebih luas, termasuk tingkat nasional dan internasional seperti APQO. Meida berharap prestasi di Bali tidak berhenti sebagai catatan kompetisi, tetapi memacu seluruh insan perusahaan menghasilkan inovasi yang aplikatif dan terukur.

"Kami ingin memastikan setiap inovasi memberi manfaat yang dapat dirasakan, baik melalui peningkatan kinerja maupun penciptaan nilai tambah bagi perusahaan," tambah Meida.

Respons Direktur Keuangan dan Umum PKT

Direktur Keuangan dan Umum PKT, Andik Cahyanto Budiarto, menyampaikan apresiasi atas prestasi enam gugus inovasi tersebut. Menurutnya, inovasi merupakan elemen penting untuk menjaga keunggulan operasional perusahaan di tengah dinamika industri pupuk.

PKT menjadikan inovasi sebagai bagian dari budaya kerja di seluruh lini operasional. Setiap insan perusahaan didorong menjalankan proses bisnis secara optimal sekaligus berani mengevaluasi, memperbaiki, dan mengembangkan cara kerja yang lebih efektif serta berorientasi pada hasil.

"Prestasi ini menunjukkan semangat perbaikan berkelanjutan menjadi bagian penting dari budaya kerja PKT. Kami mengapresiasi seluruh inovator yang telah menghadirkan gagasan dan solusi nyata untuk mendukung kinerja perusahaan," tegas Andik.

Dukungan manajemen terhadap pengembangan inovasi akan diperkuat melalui penciptaan lingkungan kerja yang mendorong kreativitas dan kolaborasi. Dengan begitu, inovasi dapat berkembang sebagai gerakan bersama yang terintegrasi, bukan kerja segelintir orang.

Kaitan Inovasi dengan Komitmen ESG dan Ketahanan Pangan

Penguatan inovasi sejalan dengan komitmen PKT menerapkan prinsip environmental, social, and governance (ESG) melalui proses bisnis yang lebih efisien dan bertanggung jawab. Langkah itu menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat daya saing sekaligus menjawab tantangan transformasi industri.

"Kami meyakini, dengan kompetensi dan budaya inovasi yang kuat, PKT akan semakin mampu menjaga kinerja operasional, memperkuat daya saing, serta berkontribusi optimal bagi ketahanan pangan," pungkas Andik.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: editorialkaltim.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top