Pencarian

Krisis Air Balikpapan Meluas, 14.000 Pelanggan PTMB Terancam Tak Dapat Layanan di Manggar dan Batakan

Rabu, 04 November 2026 • 12:16:02 WIB
Krisis Air Balikpapan Meluas, 14.000 Pelanggan PTMB Terancam Tak Dapat Layanan di Manggar dan Batakan
Penurunan debit air baku Waduk Teritip disebut mencapai 70 persen dan berpotensi mengganggu layanan sekitar 14.000 pelanggan PTMB.

BALIKPAPAN — Penurunan debit air baku di Waduk Teritip memukul kapasitas produksi PTMB paling keras dibanding Waduk Manggar. Kawasan Balikpapan Selatan hingga Balikpapan Timur, terutama Manggar dan Batakan, menjadi titik paling rawan terganggu pasokan air bersih.

Yudhi menyebut penurunan debit Waduk Teritip mencapai sekitar 70 persen. "Yang kritikal hari ini di Waduk Teritip. Dari 19.000 pelanggan, sekitar 14.000 kemungkinan tidak menikmati layanan air," kata Yudhi saat memberikan keterangan di Auditorium Balai Kota Balikpapan.

Waduk Manggar Ikut Menyusut, Tiga IPA Terdampak

Pasokan air baku dari Waduk Manggar juga turun, dari 900 liter per detik menjadi sekitar 800–850 liter per detik. Penurunan itu memengaruhi kemampuan produksi tiga Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang bergantung pada waduk tersebut.

PTMB menilai gangguan pelayanan berpotensi meluas jika tren penurunan debit kedua waduk berlanjut. Sebab, Waduk Manggar dan Waduk Teritip menopang kebutuhan puluhan ribu sambungan rumah pelanggan.

20 Mobil Tangki Disiagakan, Sumur Dalam Perusahaan Jadi Terminal Pengisian

PTMB membentuk satuan tugas pelayanan air bersih yang berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan. Satgas ini menyiapkan distribusi darurat lewat mobil tangki.

Sejumlah perusahaan yang memiliki sumber air dari sumur dalam sudah bersedia menyediakan lokasi sebagai posko atau terminal pengisian mobil tangki. "Alhamdulillah ada beberapa sumur yang sudah kami dapatkan. Itu yang kami jadikan sebagai tempat posko atau terminal tangki. Saat ini sudah hampir 20 mobil tangki kami yang standby," jelas Yudhi.

Jumlah armada dan titik suplai akan ditambah dengan memanfaatkan sumber air alternatif, termasuk sumur milik perusahaan maupun warga. Pemetaan dilakukan bersama BPBD, camat, lurah, hingga ketua RT.

"Kita coba melihat lagi sumber alternatif lain bersama BPBD. Kemudian berkoordinasi dengan Pak Lurah, Pak Camat, Pak RT untuk mengidentifikasi masyarakat yang terdampak dan mencari sumber air yang bisa disuplai kepada masyarakat," ujarnya.

Hujan Belum Cukup, Warga Diminta Tampung Air

Hujan yang mengguyur Balikpapan dalam beberapa hari terakhir belum menaikkan volume air waduk secara berarti. Curah hujan dinilai belum cukup mengembalikan ketersediaan air baku.

PTMB mengimbau pelanggan menampung air selama distribusi masih mengalir dan memanfaatkan air hujan untuk kebutuhan yang memungkinkan. "Kami mengimbau seluruh masyarakat Balikpapan memanfaatkan air sebijak mungkin. Tampung air apabila mengalir dan apabila hujan bisa menampung air hujan. Itu salah satu cara untuk kita bertahan dalam menghadapi situasi yang cukup kritis akibat dampak El Niño dan kemarau berkepanjangan," kata Yudhi.

PTMB menyatakan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Balikpapan untuk mengoptimalkan pelayanan dan mencari sumber air alternatif. "Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kota untuk melakukan pelayanan yang lebih maksimal untuk masyarakat. Kami mohon maaf atas kondisi tersebut, semoga ke depannya jauh lebih baik," pungkasnya.

Follow faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: infobenua.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks