Belajar dari Changi, Dinas Pariwisata Kaltim Dorong Inovasi Produk Wisata dan Pelayanan

Penulis: Fauzan Arifin  •  Sabtu, 07 November 2026 | 07:16:31 WIB
Pejabat Fungsional Dinas Pariwisata Kaltim Erny Yulianty Silalahi R menyampaikan pengalaman Changi sebagai inspirasi inovasi produk wisata dan peningkatan pelayanan.

SAMARINDA — Pejabat Fungsional Dinas Pariwisata Kalimantan Timur Erny Yulianty Silalahi R menyatakan pengalaman Changi bisa menjadi inspirasi bagi daerah untuk mendorong inovasi produk wisata sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan. Pembelajaran itu ia dapat setelah mengunjungi Bandara Changi sebagai bagian dari program Training on Trends and Challenges in Tourism yang diselenggarakan Pemerintah Republik Singapura melalui Singapore Cooperation Programme.

Singapura dikenal sebagai global hub, ditopang posisi strategis di jalur perdagangan dunia. Pelabuhan Singapura dan Bandara Changi menjadi dua pintu utama negara itu, dengan Changi tercatat 14 kali terpilih sebagai bandara terbaik di dunia versi Skytrax 2026.

Modal SDM dan Teknologi di Tengah Keterbatasan Sumber Daya

Berbeda dari banyak negara yang mengandalkan kekayaan alam, sejarah, dan budaya, Singapura menyadari keterbatasan sumber daya tersebut. Negara dengan luas wilayah seukuran Samarinda itu memilih bertumpu pada potensi sumber daya manusia dan teknologi sebagai modal berinovasi.

Fokusnya bukan sekadar membangun fasilitas, tetapi menciptakan pengalaman pengunjung (visitor experience) dan keterlibatan pengunjung (visitor engagement) yang berkesan. Pendekatan itu yang membuat Changi terus menarik kunjungan, termasuk dari kalangan pelaku pariwisata daerah yang datang untuk belajar.

Terminal 5 Dibangun di Lahan 1.080 Hektare, Target 140 Juta Penumpang

Saat ini pembangunan Terminal 5 tengah berlangsung di atas area seluas 1.080 hektare. Terminal tersebut direncanakan mampu menampung 90 hingga 140 juta penumpang setiap tahun pada 2030.

Skala proyek itu menunjukkan Changi tidak berhenti pada posisi yang sudah dicapai. Ekspansi kapasitas disiapkan jauh sebelum lonjakan penumpang terjadi, sehingga bandara tetap punya ruang tumbuh ketika permintaan naik.

Setiap Titik Pelayanan Dirancang untuk Kenyamanan Penumpang

Dalam kunjungan itu, peserta dipandu staf Airport Operations Development, Ferand, yang bertanggung jawab atas perancangan dan perencanaan ruang untuk meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung. Ia menjelaskan bahwa prinsip tersebut tercermin dalam desain dan filosofi pengembangan Changi.

Pengelola memastikan seluruh fasilitas terus dikembangkan untuk mendukung kenyamanan perjalanan penumpang. Mulai dari area keberangkatan, ruang tunggu, fasilitas pemeriksaan, imigrasi, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya. Seluruhnya diperlakukan sebagai titik pelayanan utama penumpang (key passenger touchpoint).

Bagi Kalimantan Timur, cara pandang itu bisa diterjemahkan ke skala daerah. Inovasi produk wisata tidak harus lahir dari proyek besar, tetapi dari perbaikan yang konsisten pada setiap titik sentuh dengan pengunjung, mulai dari informasi kedatangan, kebersihan fasilitas, hingga keramahan pelayanan di destinasi.

Kaltim memiliki modal yang tidak dimiliki Singapura: alam, budaya, dan sejarah. Yang perlu disiapkan adalah kemasan produk dan standar pelayanan agar pengalaman berkunjung terasa utuh, bukan hanya soal objek wisatanya.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: kaltimpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top