SAMARINDA — Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Muhammad Faisal menyebut hasil IPKN 2026 sebagai prestasi bersama seluruh pemangku kepentingan kepariwisataan di provinsi tersebut. Penilaian tahun ini mengacu pada Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 1 Tahun 2026 yang mengukur lima dimensi utama, 17 pilar, dan 99 indikator.
Dalam pemeringkatan nasional, Kaltim berada di bawah Bali yang memuncaki daftar dengan skor 5,091. Daerah Istimewa Yogyakarta menyusul di posisi kedua dengan 4,831, Jawa Timur ketiga dengan 4,698, dan DKI Jakarta keempat dengan 4,654.
"Alhamdulillah, Kaltim bisa masuk lima besar nasional dari penilaian IPKN Kementerian Pariwisata dari total 38 provinsi, yang merupakan prestasi bersama seluruh pemangku kepentingan kepariwisataan di Kaltim," kata Faisal, Senin (19/10/2026).
Dua Dimensi Penguat Peringkat Kaltim
Posisi lima besar Kaltim disokong nilai sangat baik pada dua dimensi utama. Pada dimensi lingkungan pendukung, Kaltim meraih peringkat pertama nasional dengan skor 5,350.
Pada dimensi infrastruktur dan pelayanan, Kaltim menempati posisi ketiga nasional dengan skor 4,760. Dua capaian itu menjadi penyumbang terbesar skor akhir 4,515 yang menempatkan provinsi ini di bawah DKI Jakarta.
Pemaduan Destinasi hingga Magnet IKN
Faisal menyampaikan keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus memperkuat pembangunan pariwisata berkualitas. Menurutnya, penguatan itu dilakukan melalui pemaduan potensi destinasi, kearifan budaya lokal, flora dan fauna unik, keindahan alam, potensi ekonomi kreatif, hingga keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Pemprov Kaltim berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas ekosistem pariwisata melalui kolaborasi, inovasi, dan kreativitas sehingga semakin dikenal, memiliki daya saing, serta berdampak luas bagi masyarakat," katanya.
Kepulauan Derawan hingga Orangutan Masuk Kombinasi
Integrasi antara pesona alam seperti Kepulauan Derawan dan karst purba, kearifan lokal suku Dayak, satwa endemik orangutan, hingga magnet baru IKN dinilai membentuk kombinasi ekosistem pariwisata berkualitas. Kombinasi itu disebut berdaya saing tinggi di tingkat nasional.
Bagi warga Kaltim, peringkat kelima nasional ini menjadi sinyal bahwa sektor pariwisata daerah mulai diperhitungkan di panggung nasional. Pemerintah provinsi menyatakan komitmen lanjutan untuk menjaga kualitas ekosistem pariwisata agar berdampak luas bagi masyarakat.