Pencarian

Imunisasi Balita Belum 100 Persen, Dinkes Batang Jemput Bola ke Rumah

Rabu, 28 Oktober 2026 • 09:47:31 WIB
Imunisasi Balita Belum 100 Persen, Dinkes Batang Jemput Bola ke Rumah
Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Batang mendatangi rumah warga untuk memberikan imunisasi kepada balita yang belum menerima imunisasi dasar lengkap.

KALIMANTAN TIMUR — Capaian imunisasi dasar lengkap balita di Kabupaten Batang baru 80 persen, sementara baduta 73 persen dari target 100 persen. Sepanjang Oktober 2026, Dinkes Batang bersama bidan desa mendatangi rumah warga untuk mengejar bayi dan baduta yang belum diimunisasi.

Dinas Kesehatan Kabupaten Batang mencatat masih ada balita yang sama sekali belum menerima imunisasi. Petugas pun mendatangi rumah warga, bukan menunggu ibu membawa anaknya ke Posyandu.

Layanan jemput bola menyasar bayi usia 0-11 bulan dan baduta 12-24 bulan. Program ini berjalan selama Oktober 2026 dengan target capaian 100 persen.

Seberapa Jauh Capaian Imunisasi di Batang?

Data Dinkes Batang menunjukkan bayi yang sudah mendapat Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) sebesar 80 persen. Untuk baduta, capaian imunisasi lengkap berada di angka 73 persen.

Angka itu masih di bawah target. Karena itu, program Imunisasi Kejar diintensifkan sepanjang Oktober 2026.

Apa Itu Program Imunisasi Kejar?

Imunisasi Kejar menyasar anak yang status imunisasinya belum lengkap atau belum pernah sama sekali. Sasaran utamanya bayi 0-11 bulan dan baduta 12-24 bulan.

Kepala Dinas Kesehatan Batang Ida Susilaksmi menjelaskan targetnya tetap 100 persen. "Karena targetnya itu 100 persen, maka selama Oktober ini kami mengoptimalkan program Imunisasi Kejar," ujarnya, Selasa 27 Oktober 2026.

Imunisasi sendiri berfungsi meningkatkan kekebalan aktif terhadap penyakit yang bisa dicegah, seperti difteri, tetanus, TBC, dan campak.

Bagaimana Jika Target Akhir Oktober Belum Tercapai?

Dinkes Batang menyiapkan langkah lanjutan berupa program PENARI atau Sepekan Mengejar Imunisasi. Program ini digelar berbarengan dengan jelang puncak Hari Kesehatan Nasional 2026 pada November.

Evaluasi dilakukan tim di akhir Oktober 2026. "Target capaian sampai akhir 2026 dan akan dievaluasi oleh tim di akhir Oktober 2026 apakah imunisasi kejar memenuhi target atau belum," kata Ida.

Cerita Ibu yang Anaknya Diimunisasi di Rumah

Ranti, ibu dari Rayan, menerima kunjungan petugas kesehatan ke rumahnya. Anaknya belum pernah diimunisasi karena selalu tertidur saat jadwal Posyandu.

"Memang belum pernah diimunisasi, karena waktu mau diimunisasi bulanan, di Posyandu, anak saya malah tidur. Lha ini ada petugas yang jemput bola ya saya terima kasih, jadi nggak perlu pergi jauh-jauh, cukup di rumah sudah terlayani," ujarnya.

Ranti mengaku lebih tenang setelah anaknya diimunisasi. Ia mengantisipasi demam dengan memberi obat turun panas, dan Rayan tidak mengalami demam setelahnya.

Petugas juga mendampingi bidan desa Puskesmas Batang 2 untuk mengimunisasi salah satu baduta yang belum pernah mendapat imunisasi. Ida menyebut baduta tersebut kooperatif dan ibunya mempermudah prosesnya.

Kapan Ibu Perlu Menghubungi Petugas Kesehatan?

Kalau jadwal Posyandu terlewat karena anak sakit atau tertidur, jangan tunggu bulan berikutnya. Hubungi bidan desa atau Puskesmas terdekat untuk menjadwalkan imunisasi susulan.

Demam ringan setelah imunisasi termasuk reaksi yang umum. Konsultasikan ke tenaga kesehatan jika demam tinggi atau muncul reaksi lain yang membuat ibu khawatir.

Imunisasi lengkap memberi anak perlindungan dari penyakit berbahaya sejak dini. Layanan jemput bola di Batang memudahkan ibu yang kesulitan datang ke Posyandu, cukup tunggu di rumah dan petugas yang datang.

Follow faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: spektroom.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks