KALIMANTAN TIMUR — Apple secara resmi menaikkan harga sejumlah produk unggulannya di toko online global. Kenaikan ini mencakup MacBook Neo, MacBook Air, MacBook Pro, Mac mini, Mac Studio, iMac, iPad Air, iPad Pro, iPad A16, iPad mini, HomePod, HomePod mini, dan Apple TV. Seorang juru bicara Apple kepada Bloomberg menyatakan bahwa perusahaan tidak pernah melihat kenaikan harga komponen sebesar ini dalam waktu sesingkat ini.
“Perluasan pusat data AI secara cepat telah menciptakan lonjakan permintaan yang luar biasa untuk memori dan penyimpanan,” ujar juru bicara tersebut. Apple mengaku telah berusaha menahan kenaikan selama mungkin, tetapi kini tidak bisa lagi menghindarinya.
Daftar Kenaikan Harga di Pasar AS dan Inggris
Kenaikan harga bervariasi tergantung produk dan konfigurasi. Berikut rincian kenaikan harga untuk varian dasar di Amerika Serikat:
- MacBook Neo: dari 599 dolar AS menjadi 699 dolar AS (naik 100 dolar AS / sekitar Rp 1,6 juta)
- MacBook Air: dari 1.099 dolar AS menjadi 1.299 dolar AS (naik 200 dolar AS / sekitar Rp 3,3 juta)
- MacBook Pro: dari 1.699 dolar AS menjadi 1.999 dolar AS (naik 300 dolar AS / sekitar Rp 4,9 juta)
- Mac mini: dari 599 dolar AS menjadi 799 dolar AS (naik 200 dolar AS / sekitar Rp 3,3 juta)
- Mac Studio (M4 Max): dari 1.999 dolar AS menjadi 2.499 dolar AS (naik 500 dolar AS / sekitar Rp 8,2 juta)
- iPad Pro 11 inci: dari 999 dolar AS menjadi 1.199 dolar AS (naik 200 dolar AS / sekitar Rp 3,3 juta)
- iPad Air 11 inci: dari 599 dolar AS menjadi 749 dolar AS (naik 150 dolar AS / sekitar Rp 2,5 juta)
- iPad A16: dari 349 dolar AS menjadi 449 dolar AS (naik 100 dolar AS / sekitar Rp 1,6 juta)
- HomePod mini: dari 99 dolar AS menjadi 129 dolar AS (naik 30 dolar AS / sekitar Rp 495 ribu)
- Apple TV: dari 129 dolar AS menjadi 199 dolar AS (naik 70 dolar AS / sekitar Rp 1,1 juta)
Di Inggris, kenaikan paling ekstrem terjadi pada Mac Studio M3 Ultra yang melonjak dari 3.999 pound sterling menjadi 5.299 pound sterling — naik 1.300 pound sterling.
Krisis RAM dan Memori Jadi Dalang
Apple secara terbuka mengaitkan kenaikan harga ini dengan krisis komponen PC yang berkepanjangan. Dalam pernyataan resmi, perusahaan menyebut bahwa permintaan memori dan penyimpanan dari pusat data AI telah melonjak drastis, membuat harga komponen naik dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini adalah langkah yang tidak biasa karena Apple jarang memberikan penjelasan detail soal kebijakan harga.
Masih Ada Peluang Hemat Lewat Diskon Ritel
Meski harga resmi sudah naik, konsumen masih bisa mendapatkan produk Apple dengan harga lama melalui promo ritel. Di Amerika Serikat, misalnya, Amazon masih menjual iPad A16 seharga 299 dolar AS — lebih murah 150 dolar AS dari harga baru Apple. iPad Pro 11 inci M5 juga dijual 899 dolar AS, atau 300 dolar AS di bawah harga eceran baru.
Di Inggris, diskon terbaik saat ini ada pada iPad Air 13 inci M3 yang turun 200 pound sterling dari harga lama. Bagi pengguna yang tidak terburu-buru, memantau promo ritel seperti Prime Day atau Harbolnas bisa menjadi strategi untuk mendapatkan harga sebelum kenaikan benar-benar merata di semua kanal penjualan.
Apa Artinya bagi Pengguna Indonesia?
Meski pengumuman ini belum menyebutkan harga resmi untuk pasar Indonesia, sejarah menunjukkan bahwa kenaikan harga global Apple hampir selalu diikuti oleh penyesuaian harga di Tanah Air. Pengguna yang berniat membeli MacBook atau iPad dalam waktu dekat disarankan untuk memantau harga di distributor resmi dan platform e-commerce sebelum perubahan harga resmi diterapkan di Indonesia.