Pencarian

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Sebut Daerah Kaya SDA Ibarat Tikus Mati di Lumbung Padi, Pertumbuhan Ekonomi Anjlok ke 2,99 Persen

Jumat, 26 Juni 2026 • 22:05:19 WIB
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Sebut Daerah Kaya SDA Ibarat Tikus Mati di Lumbung Padi, Pertumbuhan Ekonomi Anjlok ke 2,99 Persen
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyampaikan kondisi ekonomi daerah yang menurun meski kaya sumber daya alam.

SAMARINDA — Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyoroti paradoks ekonomi daerah yang kaya sumber daya alam namun belum sepenuhnya mensejahterakan warganya. Dalam pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Gedung Odah Etam, Kamis (25/6/2026) malam, ia menyebut kondisi Kaltim saat ini ibarat “tikus mati di lumbung padi”.

Rudy menegaskan, sebagai penghasil energi terbesar nasional, persoalan dasar seperti listrik padam hingga kelangkaan bahan pokok seharusnya tidak lagi terjadi. “Kita produsen batu bara nomor satu nasional, sekitar 61 persen ada di Kaltim. Migas juga 30 persen nasional. Tapi kalau masih ada antrean BBM, minyak goreng sulit, ini tidak relevan,” tegasnya.

Pertumbuhan Ekonomi Anjlok, PHK Massal Landa 11.070 Pekerja

Data yang disampaikan Rudy menunjukkan tren perlambatan ekonomi yang mengkhawatirkan. Pada 2024, pertumbuhan ekonomi Kaltim tercatat 6,19 persen, lalu turun menjadi 4,53 persen pada 2025, dan kembali melemah ke angka 2,99 persen pada triwulan pertama 2026.

Penurunan ini disebutnya dipicu oleh ketergantungan tinggi pada sektor ekstraktif, terutama batu bara. Anjloknya harga komoditas dan kendala regulasi seperti tidak disetujuinya RKAB turut memperparah situasi. Dampaknya, berdasarkan data terbaru, sekitar 11.070 pekerja dilaporkan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Ini menjadi alarm serius bagi kita. Kita harus menjaga agar pertumbuhan ekonomi bisa mendekati target nasional 8 persen,” ujar Rudy.

Potensi Raksasa yang Belum Terkelola Maksimal

Di sisi lain, Gubernur membeberkan potensi luar biasa yang dimiliki Kaltim. Sektor migas yang dikelola perusahaan asal Italia, ENI, saat ini memproduksi sekitar 700 juta kaki kubik gas per hari. Angka itu diproyeksikan melonjak hingga 1,8 miliar kaki kubik per hari pada periode 2028–2030.

Dari sektor perkebunan, luas lahan sawit mencapai 3 juta hektare dengan produksi crude palm oil (CPO) mencapai 4,8 hingga 5,2 juta ton per tahun. Sementara itu, luas hutan mencapai 8,2 juta hektare yang dinilai punya potensi besar untuk menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Dorong Transformasi Ekonomi Hijau dan Data Akurat

Menghadapi kondisi ini, Rudy menekankan pentingnya transformasi dari ketergantungan sumber daya alam ke sektor yang lebih berkelanjutan, seperti ekonomi hijau dan ekonomi biru. Ia mengutip pemikiran Presiden ke-3 RI, B.J. Habibie, bahwa pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya alam, melainkan harus bertumpu pada kualitas sumber daya manusia.

Ia juga menyoroti masih adanya wilayah terisolir di Kabupaten Kutai Barat, seperti Tanjung Soke, Deraya, Gerunggung, dan Lemper. Pemerintah berkomitmen membuka akses dan konektivitas antarwilayah, tidak hanya di Kaltim tetapi juga se-Kalimantan.

Terkait Sensus Ekonomi 2026, Rudy mengusulkan agar sensus tidak lagi dilakukan setiap 10 tahun, melainkan lebih sering mengikuti dinamika perubahan zaman. “Satu data akurat hari ini bisa menentukan jutaan keputusan ke depan. Karena itu saya selalu tekankan, kita harus speak by data,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: infosatu.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks