Pencarian

Rencana PHK Xbox 2026: Arkane Studios Ditutup, Game Blade Dibatalkan

Rabu, 01 Juli 2026 • 10:46:01 WIB
Rencana PHK Xbox 2026: Arkane Studios Ditutup, Game Blade Dibatalkan
Microsoft berencana menutup Arkane Studios dan membatalkan game Marvel's Blade pada 2026.

KALIMANTAN TIMUR — Gelombang PHK di industri game kembali berhembus kencang. Kali ini, Microsoft dikabarkan bersiap menutup Arkane Studios dan membatalkan game Marvel's Blade sebagai bagian dari rencana pemangkasan besar-besaran di divisi Xbox yang dijadwalkan mulai 6 Juli 2026. Informasi ini pertama kali diungkap oleh Tom Warren dari The Verge, mengutip sumber internal perusahaan.

Lima Studio Terancam Tutup atau Dilepas

Kabar ini memperkuat laporan sebelumnya dari Bloomberg dan GamesBeat yang menyebut Microsoft tengah mempertimbangkan untuk menutup atau menjual lima studio dalam waktu dekat. Kelima studio tersebut adalah Compulsion Games, Double Fine, Ninja Theory, Undead Labs, dan Arkane.

Xbox disebut sedang menjajaki opsi untuk menjual Arkane, pendekatan yang sama juga diterapkan pada Compulsion, Double Fine, Ninja Theory, dan Undead Labs. Sementara itu, game Marvel's Blade yang diumumkan tanpa kabar selama lebih dari dua tahun, dilaporkan mengalami pembengkakan biaya dan penundaan jadwal rilis.

Kronologi PHK: Dari 2023 Hingga 2026

Gelombang PHK ini bukan kejadian tiba-tiba. Microsoft telah melakukan pemangkasan besar sejak akuisisi Activision Blizzard King senilai USD 69 miliar (sekitar Rp 1.138 triliun) yang rampung pada 2023. Sebelumnya, raksasa teknologi ini juga mengakuisisi ZeniMax (induk Arkane Studios) seharga USD 7,5 miliar pada 2021.

Pada Januari 2024, Microsoft memangkas 1.900 pekerja di Xbox, Activision, Blizzard, dan ZeniMax. Di tahun yang sama, Arkane Austin (studio saudara Arkane Lyon) ditutup, Tango Gameworks dijual, dan 650 karyawan di-PHK. Puncaknya, pada musim panas 2025, Microsoft memberhentikan 9.000 karyawan di seluruh perusahaan.

Secara keseluruhan, industri game kehilangan sekitar 14.600 pekerja pada 2024, setelah sebelumnya kehilangan 10.500 pekerja pada 2023, menurut data Game Industry Layoffs tracker.

Dampak ke Proyek Lain: IOI Terpukul, Kojima Aman

Rencana PHK ini juga berdampak pada pengembang lain. IO Interactive, studio di balik Hitman dan 007 First Light, mengumumkan pemutusan hubungan dengan "mitra eksternal" yang memaksa mereka mengurangi staf. IOI sebelumnya dikabarkan menggarap game fantasi bersama Xbox sebagai penerbit.

Sebaliknya, proyek OD garapan Kojima Productions yang diterbitkan Xbox dipastikan tidak akan terpengaruh oleh PHK ini, seperti dilaporkan IGN.

Kekecewaan Karyawan dan Seruan Transparansi

Menjelang pemutusan hubungan kerja, serikat pekerja Xbox yang diwakili CWA menyatakan kekecewaan dan frustrasi terhadap kepemimpinan Microsoft. Mereka mendesak manajemen untuk melakukan negosiasi dengan itikad baik dan bersikap transparan.

Kekhawatiran ini mengingatkan pada pernyataan emosional Dinga Bakaba, co-creative director Arkane Lyon, saat studio saudaranya Arkane Austin ditutup pada 2024. "Ini benar-benar mengerikan. Izin untuk menjadi manusia: Kepada eksekutif yang membaca ini, pengingat ramah bahwa video game adalah industri hiburan/budaya, dan bisnis kalian sebagai perusahaan adalah merawat seniman/hiburan kalian dan membantu mereka menciptakan nilai untuk kalian," tulis Bakaba.

"Jangan lemparkan kami ke dalam perjudian demam emas, jangan jadikan kami kambing hitam untuk kesalahan perhitungan/titik buta, jangan buat lingkungan kerja kami menjadi hutan Darwin. Kalian bilang kami membuat kalian bangga saat membuat game yang bagus. Buat kami bangga saat masa sulit. Kami tahu kalian bisa, kami pernah melihatnya sebelumnya," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks