Pencarian

Debit Sungai Mahakam Surut, Distribusi Sembako ke Long Pahangai dan Long Apari Terhambat, Pemprov Kaltim Siapkan Subsidi Rp 50 Juta

Rabu, 12 Agustus 2026 • 13:45:01 WIB
Debit Sungai Mahakam Surut, Distribusi Sembako ke Long Pahangai dan Long Apari Terhambat, Pemprov Kaltim Siapkan Subsidi Rp 50 Juta
Debit Sungai Mahakam yang surut menghambat distribusi sembako ke Long Pahangai dan Long Apari, Mahakam Ulu.

MAHAKAM ULU — Ancaman kelangkaan bahan pangan mulai membayangi warga di hulu Sungai Mahakam. Surutnya debit sungai membuat pengiriman beras, gula, minyak goreng, hingga LPG 3 kilogram ke Long Pahangai dan Long Apari kian berat, sehingga pasokan kebutuhan pokok berisiko terhambat.

Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud. Ia menegaskan pemerintah tidak boleh membiarkan masyarakat kesulitan mendapatkan bahan pangan.

"Terpenting bagaimana sembako bisa sampai ke sana. Jangan sampai ada masyarakat Kalimantan Timur mengalami kesulitan mendapatkan bahan pangan. Ini harus jadi perhatian serius kita," tegas Rudy Mas'ud melalui akun Instagram Pemprov Kaltim, Senin (10/8/2026).

Kapal Kecil Jadi Andalan Saat Sungai Surut

Selama ini, pola distribusi ke dua kecamatan tersebut dilakukan secara bertahap. Barang dikirim hingga Ujoh Bilang, ibu kota Kabupaten Mahulu, kemudian diangkut kembali menggunakan kapal-kapal berukuran kecil menuju Long Pahangai dan Long Apari.

Namun, kondisi sungai yang semakin dangkal membuat pola ini kian berat dan berisiko memperlambat pasokan. Pemerintah pun tengah menghitung sejumlah opsi distribusi yang lebih efektif, mulai dari penggunaan kapal, speed boat berkapasitas besar, hingga jalur darat dengan mempertimbangkan kondisi medan.

Helikopter Bukan Pilihan Utama

Pengiriman lewat udara tidak menjadi prioritas. Selain daya angkutnya terbatas, biaya operasional helikopter dinilai terlalu tinggi untuk distribusi sembako dalam jumlah besar.

Oleh karena itu, Rudy meminta persoalan ini tidak ditangani secara sektoral. Pemprov Kaltim memperkuat koordinasi dengan Pemkab Mahulu, Bulog, Pertamina, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM), serta Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura.

Pasar Murah dan Subsidi Ongkos Angkut Disiapkan

Intervensi melalui program pasar murah disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia. Dukungan subsidi ongkos angkut juga disiapkan untuk membantu kelancaran distribusi.

Disperindagkop UKM Kaltim telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 50 juta untuk mendukung upaya tersebut. Langkah ini diharapkan mampu meredam dampak surutnya Sungai Mahakam terhadap ketersediaan pangan di wilayah perbatasan.

Follow faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltim.idntimes.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks