NUSANTARA — Lebih dari 2.000 orang turun ke Ruang Terbuka Hijau Kolam Retensi DAS Sanggai pada Sabtu (15/8/2026) untuk menanam pohon dalam kegiatan bertajuk "Merdeka Bersama Alam". Aksi ini menyatukan pejabat negara, anggota Pramuka, pelajar, pedagang, masyarakat adat, pelaku usaha, hingga tenaga medis.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa penanaman pohon di Nusantara bukan sekadar agenda seremonial hari besar, melainkan kebiasaan dan gaya hidup untuk mencintai negeri.
Rekor MURI dan Transformasi Lahan Eukaliptus
Penanaman yang dilakukan pertengahan Agustus 2026 itu berhasil membukukan 1.708 bibit dari 19 spesies sekaligus, sebuah pencapaian yang langsung dicatatkan sebagai rekor MURI untuk kategori penanaman bibit pohon terbanyak di kawasan taman kota. Direktur Operasional MURI, Yusuf Ngadri, hadir menyaksikan langsung proses yang terdokumentasi secara digital tersebut.
Langkah ini sekaligus mengubah wajah kawasan yang sebelumnya didominasi perkebunan monokultur eukaliptus yang seragam dan relatif miskin keanekaragaman hayati. Kini, pohon-pohon endemik ditanam dalam kelompok-kelompok yang meniru struktur hutan alam, dengan tajuk dan fungsi ekologis yang berlapis.
Spesies Endemik Kalimantan dan Sumber Pakan Satwa
Setiap bibit yang ditanam dipilih dengan cermat, bukan sekadar tanaman untuk memenuhi lahan. Sebagian besar merupakan pohon kayu khas Kalimantan, seperti ulin yang tahan lapuk, meranti yang menjulang, bengkirai yang kokoh, gaharu yang harum, balangeran yang tangguh di tepian air, serta keruing yang menjadi bagian penting dari hutan hujan tropis.
Jenis pohon buah juga ditanam, antara lain rambutan, kesturi, mata kucing, dan langsat. Selain memberi keteduhan, pohon-pohon tersebut diharapkan menjadi sumber pakan bagi satwa liar yang perlahan mulai kembali ke kawasan ini.
Beruang Madu dan Lutung Merah Kembali Muncul
Di antara pepohonan yang masih muda, kehidupan mulai kembali. Beruang madu yang pernah menghuni kawasan ini mulai terlihat berkelana di pepohonan. Lutung merah, primata langka dengan bulu kemerahan, kembali melompat dari satu dahan ke dahan lain.
Burung-burung yang sebelumnya kehilangan habitat juga mulai terdengar lagi pada pagi hari. Tanda-tanda itu mungkin tampak kecil, tetapi menunjukkan bahwa pemulihan ekosistem bukan sekadar soal menanam pohon. Ada sebuah rumah yang sedang dibangun kembali; rumah yang pernah terganggu, lalu perlahan dihidupkan lagi.
Target 65 Persen Kawasan Hijau dan Koridor Satwa
IKN menargetkan 65 persen wilayahnya menjadi kawasan hijau, meningkat dari sekitar 40 persen pada awal pembangunan. Target ini memang ambisius, tetapi bukan sesuatu yang mustahil jika pembangunan berjalan seiring dengan pemulihan alam.
Koridor satwa juga disiapkan untuk menghubungkan kawasan-kawasan hijau yang terpisah. Jalur ini memungkinkan satwa berpindah tanpa harus berhadapan dengan jalan raya atau bangunan. Sebab, hutan bukan hanya ruang hijau bagi manusia, melainkan rumah bagi kehidupan yang jauh lebih ramai daripada yang bisa kita lihat.
Setiap Bibit Terverifikasi Lewat Aplikasi IKNOW
Hal yang membuat aksi penanaman pohon pada hari kemerdekaan ini menarik adalah cara pendokumentasiannya. Seluruh proses dilakukan secara digital melalui aplikasi IKNOW, yang dikembangkan Kedeputian Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN.
Setiap pohon yang ditanam diverifikasi melalui geotagging dan swafoto peserta di lokasi. Dengan begitu, setiap bibit tercatat, diketahui titik penanamannya, dan dapat dipantau pertumbuhannya dari waktu ke waktu. Penanaman rutin digelar setiap dua minggu dengan rata-rata 800–900 pohon per kegiatan, di luar penanaman mandiri oleh para pengunjung. Ini membuktikan bahwa penghijauan IKN telah bertransformasi menjadi gerakan massal masyarakat.