JAKARTA — Anggapan bahwa minum es memicu flu, batuk, dan pilek kembali mencuat seiring datangnya musim hujan. Sukamto menjelaskan, orang dengan kondisi tubuh sehat tetap boleh mengonsumsi minuman dingin meski cuaca sedang hujan. Batasan berlaku bagi mereka yang sedang sakit atau punya riwayat alergi saluran pernapasan.
"Jadi kalau badan sehat, silakan saja minum es. Kalau sedang batuk pilek atau punya alergi saluran napas, sebaiknya dikurangi dulu," ujar Sukamto, dikutip Jumat (30/10/2026).
Dosen tetap Divisi Alergi Imunologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu menegaskan penyakit saluran napas disebabkan infeksi virus, bukan suhu minuman. Pada penderita rinitis alergi atau asma, minuman dingin bisa memicu bersin, hidung tersumbat, hingga batuk. Reaksi itu bentuk iritasi akibat suhu, bukan infeksi.
Udara Lembap Percepat Pertumbuhan Jamur dan Tungau
Selain soal minuman dingin, Sukamto mengingatkan udara lembap saat musim hujan mempercepat perkembangan jamur dan tungau debu rumah. Keduanya kerap memicu kekambuhan pada penderita asma dan rinitis alergi.
Cuaca yang membuat orang lebih banyak berkumpul di dalam ruangan juga menaikkan risiko penularan virus. Influenza, Respiratory Syncytial Virus (RSV), dan Covid-19 masuk daftar yang perlu diwaspadai.
Genangan Air Pascahujan Jadi Sarang Nyamuk DBD
Bukan hanya penyakit pernapasan, Sukamto mewanti-wanti potensi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Genangan air pascahujan menjadi tempat ideal bagi perkembangan nyamuk.
Penyakit diare dan tifoid (tipes) juga rawan mengintai, terutama jika terjadi banjir. Dua penyakit lingkungan itu muncul ketika sumber air dan sanitasi terganggu.
"BMKG juga sudah mengingatkan bahwa jarak dari awal musim hujan ke puncaknya tahun ini pendek, jadi sebaiknya kita bersiap dari sekarang," tambahnya.
Apa yang Perlu Disiapkan Warga Selama Pancaroba
Peringatan dini BMKG soal jarak awal musim hujan ke puncak yang pendek membuat persiapan tidak bisa ditunda. Warga Kaltim diminta lebih disiplin menjalankan langkah pencegahan sederhana di rumah.
- Bersihkan genangan air di halaman, talang, dan wadah terbuka agar nyamuk tidak berkembang biak.
- Jemur kasur, bantal, dan karpet secara berkala untuk menekan populasi tungau debu.
- Batasi minuman dingin bila sedang batuk, pilek, atau punya riwayat alergi saluran napas.
- Jaga sirkulasi udara ruangan saat banyak orang berkumpul di dalam rumah.
- Waspadai gejala demam mendadak dan segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Bagi penderita asma dan rinitis alergi, Sukamto menyarankan persiapan obat rutin sebelum cuaca ekstrem datang. Kekambuhan biasanya meningkat pada minggu-minggu pertama musim hujan.
Pemerintah daerah dan puskesmas di Kaltim kini menghadapi tugas ganda: menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk sekaligus mengedukasi warga soal mitos minum es. Keduanya sama penting karena menyangkut kebiasaan harian yang sulit diubah.