BALIKPAPAN — Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan menilai posisi kota sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara membuka ruang usaha yang bisa digarap anak muda. Kepala Disparpora Balikpapan Cokorda Ratih Kusuma menyebut pemuda harus mengambil peran dalam pertumbuhan kota, tidak cukup hanya menjadi penonton.
Menurut Ratih, kemandirian ekonomi pemuda menjadi kunci agar Balikpapan mampu bersaing di tengah perkembangan IKN. Ia menekankan bahwa warga kota dan pemerintah daerah punya kepentingan langsung dalam pembangunan tersebut.
Berwirausaha Jadi Prioritas Anak Muda
Ratih menyebut kewirausahaan, ekonomi kreatif, dan olahraga sebagai tiga bidang yang paling terbuka bagi anak muda di Balikpapan. Untuk masuk ke sana, pemuda perlu membekali diri dengan keterampilan, kreativitas, penguasaan teknologi, serta kemampuan berwirausaha.
"Jadi arahnya pemuda itu mandiri. Kami benar-benar harus bersaing karena kami berhubungan dengan masyarakat dan kota yang menjadi bagian penting dari pembangunan," ucap Ratih kepada media, Senin (2/11/2026).
Ia menilai bekal tersebut menentukan daya saing anak muda Balikpapan ketika peluang ekonomi di sekitar IKN makin terbuka. Tanpa keterampilan dan kreativitas, peluang itu berisiko dinikmati pelaku usaha dari luar daerah.
Kolaborasi Pemerintah, Komunitas, dan Dunia Usaha
Ratih menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, komunitas, dan dunia usaha. Kerja sama itu dinilai perlu agar pengembangan potensi generasi muda tidak berjalan sendiri-sendiri.
Melalui berbagai kegiatan kepemudaan, Disparpora berupaya membuka ruang bagi anak muda untuk membangun jaringan, bertukar pengalaman, dan mengembangkan gagasan. Kegiatan tersebut menjadi jalur praktis bagi pemuda untuk mengasah kemampuan sebelum merintis usaha.
"Karena itu, pemuda perlu membekali diri dengan keterampilan, kreativitas, penguasaan teknologi, serta kemampuan berwirausaha agar mampu bersaing," jelasnya.
Harapan: Usaha Lokal Jadi Contoh
Ratih berharap pemuda Balikpapan berani merintis usaha, meningkatkan kemampuan, serta menciptakan kegiatan produktif yang bermanfaat bagi masyarakat. Usaha yang tumbuh di kota itu diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain.
"Kami harus menjadi pelaku di kota sendiri. Bagaimana usaha-usaha yang ada di kota ini bisa menjadi contoh dan memberikan kontribusi bagi pembangunan," katanya.
Dengan kemandirian dan kemampuan bersaing, pemuda diharapkan ikut menikmati sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Balikpapan seiring perkembangan IKN.