SAMARINDA — Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor, menyampaikan prakiraan curah hujan tersebut dalam keterangan resmi pada Senin (2/11/2026). Analisis BMKG menunjukkan distribusi hujan yang tidak seragam di seluruh wilayah Kaltim.
Wilayah yang berpotensi menerima hujan lebih sedikit meliputi bagian selatan Kabupaten Paser, timur Kabupaten Kutai Kartanegara, sebagian Kutai Timur, dan barat Kabupaten Berau. Peluang curah hujan rendah di kawasan itu berkisar 50 hingga 60 persen.
Empat Wilayah Berpotensi Hujan Intensitas Rendah
Riza merinci bahwa sejumlah daerah masih berpotensi menerima hujan dengan intensitas rendah, sekitar 20 hingga 50 milimeter. "Secara umum, curah hujan di Kaltim diperkirakan berada pada kategori menengah. Namun, beberapa wilayah seperti Paser bagian selatan, Kukar bagian timur, sebagian Kutim, dan Berau bagian barat masih berpotensi menerima hujan dengan intensitas rendah, sekitar 20 hingga 50 milimeter," jelasnya.
BMKG juga menganalisis sifat hujan selama dasarian pertama November. Sebagian besar daerah diprediksi mengalami sifat hujan normal hingga bawah normal.
Kategori normal dengan persentase 84 hingga 115 persen diprakirakan terjadi di kawasan barat hingga tengah Kaltim. Sifat hujan bawah normal dengan persentase 50 hingga 84 persen lebih banyak terjadi di wilayah timur dan selatan provinsi.
Berau dan Kutim Berpotensi Hujan di Atas Normal
Sebagian kecil kawasan di Kabupaten Berau dan Kutai Timur diperkirakan mengalami sifat hujan atas normal. Persentasenya mencapai 115 hingga 150 persen dari kondisi biasanya.
"Sebagian kecil kawasan di Kabupaten Berau dan Kutai Timur diperkirakan mengalami sifat hujan atas normal, dengan persentase mencapai 115 hingga 150 persen dari kondisi biasanya," ungkap Riza.
BMKG turut mencermati perkembangan Hari Tanpa Hujan (HTH) di sejumlah wilayah. Sebagian besar daerah tercatat mengalami periode tanpa hujan kategori sangat pendek, berlangsung satu hingga lima hari.
Kenohan Kukar Catat 45 Hari Tanpa Hujan
Kondisi berbeda ditemukan di beberapa wilayah Kabupaten Paser dan Kutai Kartanegara yang masih mengalami periode tanpa hujan kategori sangat panjang. Kecamatan Kenohan di Kukar menjadi salah satu wilayah dengan durasi tanpa hujan terlama, mencapai 45 hari berturut-turut.
Perbedaan distribusi hujan antardaerah itu menunjukkan awal November tidak serta-merta membawa hujan merata di seluruh Kaltim. Prakiraan BMKG dapat menjadi acuan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengantisipasi perubahan cuaca, khususnya di wilayah yang masih mengalami curah hujan rendah dan periode tanpa hujan berkepanjangan.