Pemkot Balikpapan Siagakan 30 Tangki Air Hadapi Ancaman El Nino Godzilla

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Jumat, 08 Mei 2026 | 22:27:44 WIB
Pemkot Balikpapan siagakan 30 mobil tangki air untuk mengantisipasi penurunan ketersediaan air akibat El Nino.

BALIKPAPAN — Kapasitas produksi air bersih di Kota Balikpapan diprediksi bakal mengalami tekanan hebat akibat fenomena iklim ekstrem. Curah hujan yang diperkirakan merosot hingga 40 persen berdampak langsung pada ketersediaan air baku di waduk utama.

Direktur Utama PTMB, Yudi Saharuddin, mengungkapkan bahwa kondisi ini memicu penurunan aliran air masuk (inflow) ke air permukaan hingga menyentuh angka 50 persen. Situasi tersebut memaksa perusahaan daerah untuk menyesuaikan ritme produksi harian.

“Curah hujan diperkirakan berkurang 40 persen, sehingga inflow ke air permukaan menurun sampai 50 persen. Akibatnya kita hanya bisa memproduksi sebesar 75 persen dari kapasitas normal,” ujar Yudi, Jumat (8/5).

Produksi Air Baku Diprediksi Merosot hingga 25 Persen

Penyusutan volume air permukaan terpantau terjadi di dua sumber utama, yakni Waduk Manggar dan Waduk Teritip. Penurunan ini menjadi alarm bagi otoritas penyedia air bersih untuk segera melakukan langkah mitigasi sebelum krisis meluas ke pelanggan domestik.

Sebagai solusi jangka pendek, PTMB melakukan lonjakan signifikan pada jumlah armada distribusi manual. Perusahaan kini menargetkan 30 unit mobil tangki bersiaga penuh setiap hari. Jumlah ini naik tiga kali lipat dibandingkan kekuatan armada reguler yang sebelumnya hanya mengandalkan 10 unit kendaraan.

Yudi menekankan bahwa penguatan armada ini menguras biaya operasional yang tidak sedikit, terutama untuk konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Namun, langkah tersebut tetap diambil demi menjamin hak dasar warga atas air bersih tetap terpenuhi meski di tengah ancaman kekeringan.

Fokus Distribusi Tangki di Balikpapan Utara dan Barat

Manajemen PTMB telah memetakan wilayah-wilayah yang paling rentan terdampak penurunan tekanan air. Kawasan Balikpapan Utara dan Balikpapan Barat menjadi prioritas utama karena secara geografis sulit dijangkau jaringan pipa saat debit air mengecil.

“Daerah utara dan barat cenderung kurang, jadi armada tangki akan jauh lebih banyak kami arahkan ke sana bersama bantuan tandon,” kata Yudi.

Selain pengiriman melalui tangki, PTMB mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mobile dan IPA Mini. Teknologi portabel ini dikerahkan untuk menyedot potensi air baku yang masih tersisa di sejumlah bendali (bendungan pengendali banjir) di sekitar kota.

Perbaikan Pipa Masif Cegah Kebocoran Distribusi Air

Di tengah upaya menjaga produksi, aspek teknis jaringan distribusi juga menjadi perhatian serius. Tim teknis melakukan perbaikan pipa secara besar-besaran di jalur utama, mulai dari kawasan Green City hingga Kilometer 12.

Langkah ini bertujuan menekan angka kehilangan air akibat kebocoran teknis. Perusahaan ingin memastikan setiap tetes air yang diproduksi benar-benar sampai ke rumah warga tanpa terbuang di tengah jalan akibat pipa yang rusak.

“Kami melakukan perbaikan pipa betul-betul masif agar pada saat debit produksi turun, pipa sudah aman sehingga air tetap stabil,” jelas Yudi.

Masyarakat Balikpapan kini diminta mulai memperketat penggunaan air di tingkat rumah tangga. Tanpa penghematan kolektif, cadangan air baku dikhawatirkan tidak akan bertahan lama. Apalagi, terdapat risiko krisis air berkepanjangan yang bisa mengancam ketahanan stok hingga awal tahun 2027 mendatang jika El Nino terus berlanjut hingga akhir tahun ini.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top