Pencarian

Pemprov Kaltim Genjot Hilirisasi Perikanan untuk Pasok Kebutuhan Pangan IKN

Sabtu, 09 Mei 2026 • 13:29:20 WIB
Pemprov Kaltim Genjot Hilirisasi Perikanan untuk Pasok Kebutuhan Pangan IKN
DKP Kaltim genjot hilirisasi perikanan untuk penuhi kebutuhan pangan IKN.

SAMARINDA — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur kini mengalihkan fokus pembangunan ekonomi pada sektor hilirisasi perikanan secara masif. Langkah tersebut diambil untuk memperkuat struktur ekonomi daerah agar tidak lagi hanya bertumpu pada komoditas migas dan batubara.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan DKP Kaltim, Irma Listyawati, menyebut pergeseran ini sebagai fondasi masa depan Bumi Etam. Hilirisasi diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir melalui penciptaan nilai tambah pada setiap produk olahan hasil laut.

Kesiapan Produk Olahan Menuju Pasar IKN dan Global

DKP Kaltim memproyeksikan lonjakan permintaan pangan yang signifikan seiring bertambahnya populasi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Berbagai komoditas lokal seperti amplang, abon ikan, sambal ikan, hingga olahan rumput laut terus dikembangkan untuk menangkap peluang pasar tersebut.

Agar mampu bersaing di pasar modern, pemerintah daerah aktif memfasilitasi pelatihan teknis dan pendampingan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Upaya ini bertujuan memastikan produk UMKM Kaltim memiliki standar mutu internasional serta jaminan keamanan pangan yang ketat.

"Kami ingin produk Kaltim memiliki standar mutu dan keamanan pangan yang tinggi, sehingga memiliki daya saing kuat di pasar global,” jelas Irma di Samarinda, Jumat.

Strategi Lepas dari Ketergantungan Industri Tambang

Pergeseran fokus ke sektor perikanan juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Fokus utamanya adalah mewujudkan ketahanan pangan nasional dan kemandirian ekonomi melalui optimalisasi potensi sumber daya laut yang berkelanjutan.

Irma menegaskan bahwa ketergantungan pada sektor tambang harus mulai dikurangi secara bertahap melalui industrialisasi komoditas unggulan. Hilirisasi dinilai sebagai solusi paling efektif untuk membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan di wilayah pesisir.

"Langkah ini penting untuk mengurangi ketergantungan Kalimantan Timur terhadap sektor batu bara dan migas, sekaligus mendukung pengembangan ekonomi biru menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Penguatan Sektor Hulu Melalui Pakan Mandiri

Keberhasilan hilirisasi sangat bergantung pada stabilitas pasokan bahan baku dari sektor hulu. Oleh karena itu, DKP Kaltim mulai menerapkan edukasi budidaya ramah lingkungan serta memberikan bantuan mesin pakan mandiri kepada para pembudidaya ikan di daerah.

Pemberian mesin pakan ini bertujuan menekan biaya produksi yang selama ini menjadi kendala utama para petambak lokal. Dengan biaya operasional yang lebih efisien, produktivitas diharapkan meningkat sehingga mampu menopang kebutuhan industri pengolahan secara berkelanjutan.

Melalui integrasi hulu ke hilir, sektor perikanan ditargetkan menjadi pilar baru ekonomi Kalimantan Timur. Transformasi ini tidak hanya mengejar pertumbuhan angka, tetapi juga memastikan kesejahteraan masyarakat pesisir meningkat di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur nasional.

Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks