SAMARINDA — Pelatihan ini digelar di Pusat Pembelajaran Strategi Kebijakan Pelayanan Publik (Pusjar SKPP) LAN RI dengan peserta terbanyak dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (34 orang), ditambah enam pejabat eselon II dari Pemkot Samarinda, dan peserta dari delapan kabupaten serta satu kota di empat provinsi lainnya. Melalui forum tersebut, Andi berbagi pengalaman kepemimpinan dari tiga profesi: pengacara, pengajar, dan pengusaha.
Integritas sebagai Fondasi Pemerintahan Bersih
Andi Harun menekankan komitmennya sejak awal menjabat untuk membangun pemerintahan bersih dengan memutus praktik transaksional di lingkungan birokrasi. Ia menyoroti stigma negatif yang selama ini melekat pada aktivitas politik, khususnya praktik uang.
"Saya ingin mengubah stigma bahwa politik selalu identik dengan praktik uang. Strategi, integritas, dan kepercayaan publik adalah modal utama untuk menang tanpa politik uang," ujarnya. Menurutnya, kepemimpinan yang baik harus bertumpu pada integritas dan kepercayaan publik, bukan transaki kekuasaan.
Kepemimpinan Krisis: Menjaga Ekonomi Saat Pandemi
Andi membuka paparan dengan menceritakan tantangan pertama saat menjabat sebagai Wali Kota: situasi pandemi COVID-19 yang masih memberlakukan pembatasan ketat. "Ketika dilantik, situasi masih penuh pembatasan dan semua orang bermasker. Di saat itu, tantangan terbesar adalah bagaimana menjaga roda ekonomi tetap bergerak di tengah situasi lockdown," katanya.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa seorang pemimpin daerah harus mampu mengambil keputusan cepat sekaligus menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat dalam kondisi krisis. Kemampuan adaptasi dan