Pemerintah Amerika Serikat di bawah administrasi Trump resmi mengoperasikan situs web baru yang berfungsi sebagai repositori data fenomena benda terbang tak dikenal. Menggunakan domain war.gov/ufo, portal ini dikelola oleh Departemen Pertahanan yang kini berganti nama menjadi Departemen Perang (Department of War).
Langkah ini merupakan upaya transparansi untuk menyediakan akses bagi masyarakat terhadap materi intelijen militer. Meski seluruh dokumen telah melewati tinjauan keamanan, pihak kementerian menyatakan bahwa banyak data yang dipajang belum dianalisis sepenuhnya untuk memecahkan anomali di dalamnya.
Peluncuran situs ini merupakan hasil kerja kolektif lintas instansi yang tergabung dalam Presidential Unsealing and Reporting System for UAP Encounters (PURSUE). Inisiatif ini melibatkan Gedung Putih, Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI), Departemen Energi (DOE), hingga Federal Bureau of Investigation (FBI).
Selain lembaga intelijen, National Aeronautics and Space Administration (NASA) dan All-Domain Anomaly Resolution Office (AARO) turut menyuplai data ke dalam sistem tersebut. Pentagon memastikan bahwa konten di dalam situs akan terus bertambah seiring ditemukannya berkas baru yang dirilis secara berkala.
"Koleksi dokumen ini akan terus berkembang melalui skema rilis bergulir (rolling basis)," tulis pernyataan resmi Departemen Perang terkait pembaruan konten di masa mendatang.
Peningkatan minat publik terhadap UAP—istilah modern untuk UFO—dipicu oleh berbagai insiden, termasuk penampakan drone misterius di langit AS pada 2024. Namun, identifikasi objek yang benar-benar tidak dapat dijelaskan kini menjadi lebih rumit bagi para peneliti dan pengamat amatir.
Kondisi langit saat ini jauh berbeda dibandingkan dekade lalu akibat masifnya peluncuran roket SpaceX dan jaringan satelit Starlink di orbit rendah bumi. Hal ini sering kali menciptakan polusi visual yang menyerupai fenomena anomali, sehingga validasi data militer menjadi instrumen krusial untuk membedakan teknologi manusia dengan fenomena asing.
Sebelum portal ini aktif, situs berita independen 404 Media sempat melaporkan bahwa Kantor Eksekutif Presiden telah mendaftarkan domain aliens.gov pada Maret lalu. Meski demikian, hingga saat ini domain tersebut terpantau belum aktif dan tidak memuat konten apa pun.
Keterbukaan informasi ini bermula dari laporan investigasi New York Times dan Politico pada Desember 2017 mengenai program rahasia Advanced Aerospace Threat Identification Program (AATIP). Program senilai USD 22 juta atau sekitar Rp 363 miliar tersebut khusus menyelidiki pertemuan militer dengan objek misterius.
Isu mengenai keberadaan alien juga terus diadopsi oleh industri pop culture, seperti film "Jules" (2023), "Bugonia", hingga proyek terbaru Steven Spielberg bertajuk "Disclosure Day". Film-film ini sering kali mengangkat tema konspirasi dan upaya penutupan informasi oleh pemerintah terkait entitas luar angkasa.
Meski rilis dokumen ini tergolong peristiwa besar secara historis, tingkat urgensi di mata publik Amerika Serikat mulai bergeser. Masyarakat saat ini cenderung lebih memprioritaskan isu ekonomi dan geopolitik, seperti dampak konflik Iran terhadap harga bahan bakar, ancaman kehilangan pekerjaan akibat kecerdasan buatan (AI), hingga biaya hidup yang terus meroket.