KUTAI BARAT — Keterbatasan sarana dan prasarana latihan tidak menyurutkan langkah atlet Pertina Kubar untuk berprestasi. Mereka justru membuktikan bahwa semangat dan daya juang mampu mengalahkan segala kekurangan fasilitas.
Para atlet tinju di Kubar berlatih dengan peralatan seadanya. Ring tinju yang layak, sarung tinju yang memadai, dan tempat latihan yang representatif masih menjadi barang langka. Namun, kondisi ini tidak membuat mereka patah semangat.
Seorang pelatih di sela-sela latihan mengatakan, "Kami hanya punya tekad. Kalau bukan karena cinta pada olahraga ini, mungkin sudah lama berhenti." Semangat itulah yang kemudian melahirkan atlet-atlet tangguh dari daerah yang dikenal dengan julukan Bumi Tanaa Purai Ngeriman ini.
Meskipun minim perhatian dari segi anggaran dan fasilitas, atlet Pertina Kubar beberapa kali berhasil menyabet medali di ajang regional Kalimantan Timur. Prestasi ini menjadi bukti bahwa potensi besar tersembunyi di balik keterbatasan yang ada.
Kondisi ini menjadi ironi. Di satu sisi, pembinaan olahraga di daerah kerap terkendala anggaran. Di sisi lain, bakat-bakat muda seperti yang dimiliki atlet tinju Kubar tidak boleh disia-siakan. Mereka membuktikan bahwa dengan latihan keras dan disiplin, hasil maksimal bisa diraih.
Dalam olahraga tinju, fasilitas latihan yang memadai bukan sekadar kenyamanan, melainkan kebutuhan dasar. Ring tinju yang standar, pelindung kepala, dan sarung tinju yang baik sangat memengaruhi teknik dan keselamatan atlet. Tanpa itu, risiko cedera semakin besar dan pengembangan teknik menjadi terhambat.
Kisah atlet Pertina Kubar ini menjadi cermin bagi banyak daerah di Indonesia. Bahwa potensi atlet tidak selalu berbanding lurus dengan fasilitas yang tersedia. Namun, untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi lagi, dukungan dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan sangat diperlukan.
Keberhasilan para atlet di tengah keterbatasan ini diharapkan menjadi pelecut bagi pemerintah daerah untuk lebih serius dalam pembinaan olahraga, khususnya tinju. Penyediaan sarana dan prasarana yang memadai bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan yang mendesak.
Jika potensi ini terus diasah dan didukung dengan fasilitas yang layak, bukan tidak mungkin atlet tinju Kubar akan mampu bersaing di level nasional, bahkan internasional. Semangat yang sudah ada tinggal menunggu sentuhan nyata dari semua pihak.