KALIMANTAN TIMUR — Api yang melahap permukiman padat penduduk di Klademak II Pantai menyisakan duka dan kerusakan parah. Data sementara mencatat, sedikitnya 97 unit rumah hangus terbakar. Ratusan warga kini mengungsi dan bertahan di posko relawan yang didirikan di lokasi kejadian.
Ketua Posko Relawan Klademak II Pantai, Abdul Rahman Alhamid, menyatakan bahwa kebutuhan pokok menjadi prioritas utama saat ini. "Berdasarkan data sementara, musibah kebakaran ini berdampak kepada sekitar 500 jiwa dari 135 kepala keluarga," ungkapnya saat menerima bantuan.
Bantuan dari Hulu ke Hilir: Sembako hingga Popok Bayi
Kolaborasi antara SKK Migas – Pertamina EP Papua Field dan DLH Papua Barat Daya menghasilkan paket bantuan yang menyasar kebutuhan dasar warga. Sembako, makanan siap saji, pakaian layak pakai, selimut, hingga perlengkapan mandi seperti sabun disalurkan ke posko. Tak lupa, kebutuhan spesifik untuk balita seperti susu dan popok juga disertakan.
Field Manager Pertamina EP Papua Field, Ardi, menegaskan bahwa donasi ini adalah bentuk kehadiran perusahaan di tengah musibah. "Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para korban sekaligus memberikan semangat untuk bangkit dan menata kembali kehidupan mereka," ujar Ardi.
Ia menambahkan, perhatian khusus juga diberikan pada kondisi psikologis warga, terutama anak-anak, agar trauma pascabencana tidak mengganggu aktivitas normal mereka ke depannya.
Solidaritas Lintas Sektor untuk Pemulihan
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu, menekankan bahwa musibah ini bukan hanya tanggung jawab satu pihak. "Kami hadir membawa kepedulian dan memberikan semangat kepada warga yang tertimpa musibah bahwa mereka tidak sendiri. Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat Papua Barat Daya bersama-sama memberikan dukungan agar mereka dapat segera bangkit kembali," jelas Kelly Kambu.
Sinergi antara perusahaan migas dan pemerintah daerah ini diharapkan tidak berhenti pada bantuan awal. Ardi dari Pertamina EP Papua Field menyebutkan, dukungan kepada masyarakat akan terus berlanjut hingga proses pemulihan berjalan dengan baik, memperkuat nilai gotong royong dan solidaritas di tengah bencana.