KALIMANTAN TIMUR — Tiga kategori yang dimenangkan Pertamina adalah SS Leader of the Year, Change Management, dan Creative Talent Management & Development. Penghargaan pertama diberikan atas keberhasilan Pertamina Shared Services dalam menjalankan kepemimpinan transformasional, yang mendorong peningkatan produktivitas dan penguatan integrasi proses bisnis lintas entitas.
Sementara itu, penghargaan Change Management diraih berkat implementasi transformasi digital Procure-to-Pay. Program ini tidak hanya menyiapkan sistem, tetapi juga mengubah perilaku pengguna, vendor, dan pemangku kepentingan melalui pendekatan manajemen perubahan yang terstruktur.
Program SS School: Cetak Talenta yang Langsung Berdampak
Penghargaan ketiga, Creative Talent Management & Development, diberikan untuk program Pertamina SS School. Program ini mengintegrasikan pengembangan kompetensi pekerja dengan kebutuhan bisnis melalui pelatihan, pendampingan, dan proyek inovasi yang hasilnya langsung terlihat pada kinerja perusahaan.
Direktur Penunjang Bisnis Pertamina, M. Erry Sugiharto, menegaskan bahwa fungsi penunjang bisnis kini menjadi enabler utama.
“Penghargaan SSON AustralAsia 2026 menunjukkan bahwa fungsi penunjang bisnis memiliki peran penting dalam memperkuat daya saing Pertamina. Shared Services tidak hanya mengelola proses bisnis, tetapi juga menjadi enabler yang membantu perusahaan bergerak lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan,” ujar Erry.
Pengakuan Global, Motivasi untuk Terus Berinovasi
SVP Shared Services Pertamina, Tedi Kurniadi, menilai penghargaan ini adalah hasil kerja kolektif seluruh pekerja. “Pengakuan global ini membuktikan bahwa Shared Services Pertamina mampu bersaing di tingkat internasional. Namun yang lebih penting, bagaimana menghadirkan layanan yang lebih cepat, mudah, andal, dan memberikan nilai nyata bagi Pertamina Group,” katanya.
VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menambahkan bahwa capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh pekerja untuk terus berinovasi. “Pengakuan internasional ini menunjukkan bahwa transformasi yang dijalankan Pertamina tidak hanya berdampak pada peningkatan efisiensi dan kualitas layanan internal, tetapi juga mampu memenuhi standar global. Capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh pekerja untuk terus berinovasi dan memberikan layanan terbaik guna mendukung ketahanan energi nasional,” pungkas Baron.
Dengan raihan ini, Pertamina membuktikan bahwa transformasi internal yang digarap secara konsisten mampu mendongkrak daya saing perusahaan di kancah global. Ke depan, perusahaan menargetkan inovasi serupa bisa diterapkan di lebih banyak lini bisnis, demi mendorong efisiensi dan nilai tambah bagi pemangku kepentingan.