PASER — Harga TBS di tingkat petani di Kabupaten Paser dilaporkan terus merosot dalam beberapa pekan terakhir. Para petani mengaku harga jual saat ini tidak mampu menutup biaya perawatan dan panen, apalagi menghasilkan keuntungan.
Berdasarkan keluhan yang disampaikan petani, harga TBS di Paser saat ini berada di kisaran yang sangat rendah. Padahal, biaya produksi seperti pupuk, tenaga panen, dan transportasi justru cenderung stabil atau bahkan naik.
“Kami ini bingung, Mas. Biaya pupuk mahal, ongkos panen juga naik, tapi harga sawit malah turun terus. Hasilnya habis buat bayar biaya saja,” ujar salah satu petani di Kecamatan Batu Engau, Paser.
Fluktuasi harga CPO global menjadi faktor utama yang mempengaruhi harga TBS di tingkat petani. Selain itu, kebijakan ekspor dan permintaan dari negara tujuan juga ikut menentukan.
Di Paser, sebagian besar perkebunan sawit dikelola oleh petani swadaya yang tidak memiliki akses langsung ke pabrik pengolahan. Mereka bergantung pada tengkulak atau koperasi yang kerap mematok harga lebih rendah dari harga acuan pemerintah.
Petani swadaya menjadi pihak yang paling terdampak. Mereka tidak memiliki kontrak jangka panjang dengan pabrik sehingga posisi tawar mereka lemah saat harga anjlok.
Beberapa petani memilih menunda panen atau mengurangi frekuensi perawatan kebun demi menekan biaya. Namun, langkah ini justru berpotensi menurunkan kualitas dan produktivitas kebun dalam jangka panjang.
Pemerintah Kabupaten Paser melalui dinas terkait diharapkan segera turun tangan. Intervensi seperti penetapan harga pembelian TBS oleh pabrik atau membuka akses petani ke program peremajaan sawit rakyat bisa menjadi solusi jangka pendek.
“Kami berharap ada kebijakan yang berpihak ke petani kecil. Jangan sampai kami terus dirugikan oleh permainan harga,” tambah petani lainnya.
Mengapa harga sawit di Paser anjlok?
Penurunan harga TBS dipicu oleh melemahnya harga CPO global dan rendahnya permintaan ekspor. Petani swadaya juga kesulitan karena tidak memiliki akses langsung ke pabrik.
Apakah ada bantuan dari pemerintah daerah?
Hingga saat ini, belum ada kebijakan khusus dari Pemkab Paser yang diumumkan untuk menstabilkan harga TBS di tingkat petani.