Mentan Amran Panggil Rektor hingga Mahasiswa UGM ke Rumahnya, Bahas Hilirisasi Bawang Putih hingga Persilangan Sapi Belgian Blue

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Senin, 29 Juni 2026 | 19:24:31 WIB
Mentan Amran menerima rombongan UGM untuk membahas hilirisasi bawang putih dan persilangan sapi Belgian Blue.

KALIMANTAN TIMUR — Mentan Amran menerima rombongan UGM yang dipimpin rektor, wakil rektor, dekan, guru besar, peneliti, kepala pusat studi, dosen, dan mahasiswa klaster agro di rumahnya, Senin (29/6/2026). Ia ingin memastikan inovasi dari kampus tidak mandek di laboratorium, melainkan langsung diuji di sawah dan ladang petani Indonesia.

Triple Helix: Kunci Lompatan Eksponensial Sektor Pangan

Menurut Amran, pembangunan pertanian membutuhkan sinergi tiga pihak: perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha. Ia menyebut pendekatan triple helix ini sebagai jalan keluar dari kebuntuan produktivitas nasional. “Kita membutuhkan kampus, pemerintah, dan dunia usaha berjalan bersama. Hasil penelitian harus turun ke masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi petani,” katanya di Jakarta.

Amran juga menekankan peran dosen sebagai ujung tombak perubahan. Ia menilai profesi dosen memiliki posisi strategis untuk menciptakan lompatan besar. “Menjadi dosen adalah pekerjaan yang paling enak karena bisa menciptakan lompatan eksponensial. Dari kampus lahir inovasi, teknologi, dan generasi yang menentukan masa depan bangsa,” ujarnya.

Bawang Putih Temanggung hingga Semen Beku Sapi Belgian Blue

Dalam pertemuan itu, Amran meminta UGM memperluas riset di subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan. Ia menyoroti komoditas kedelai dan bawang putih sebagai prioritas untuk menekan impor. Salah satu lokasi yang disebut adalah Temanggung, yang dinilai sebagai sentra produksi bawang putih nasional yang perlu diperkuat risetnya.

Di sektor peternakan, Mentan mendorong pengembangan teknologi semen beku dan program persilangan sapi Belgian Blue dengan Brahman. Ia menilai teknologi ini bisa menjadi lompatan besar bagi industri peternakan nasional. “Kalau risetnya jalan, kita tidak perlu lagi impor daging sapi dalam jumlah besar,” ujar Amran.

Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menjembatani riset akademik dengan kebutuhan lapangan. UGM diharapkan tidak hanya menjadi penyedia teori, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam menciptakan teknologi pertanian yang siap pakai. Amran menegaskan, tanpa kolaborasi nyata, target swasembada pangan akan sulit tercapai.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top