Pencarian

Rupiah Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS, Analis Peringatkan Risiko Eskalasi Timur Tengah

Senin, 29 Juni 2026 • 10:30:31 WIB
Rupiah Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS, Analis Peringatkan Risiko Eskalasi Timur Tengah
Rupiah menguat ke level Rp17.865 per dolar AS pada perdagangan pagi ini di Kalimantan Timur.

KALIMANTAN TIMUR — Penguatan rupiah pagi ini sejalan dengan pergerakan beberapa mata uang Asia lainnya. Ringgit Malaysia memimpin penguatan dengan naik 0,40 persen, disusul peso Filipina yang menguat 0,06 persen. Namun, tekanan masih terlihat di kawasan, di mana won Korea Selatan justru terkoreksi 0,49 persen dan yuan China melemah 0,07 persen.

Di negara maju, pergerakan dolar AS masih bervariasi. Dolar Kanada menguat 0,03 persen dan euro naik tipis 0,01 persen, sementara dolar Australia justru melemah 0,16 persen. Kondisi ini mencerminkan belum adanya arah yang jelas bagi greenback di awal pekan.

Ancaman Eskalasi Timur Tengah Bayangi Penguatan

Di balik penguatan pagi ini, analis justru melihat risiko pelemahan dalam waktu dekat. Lukman Leong, analis mata uang Doo Financial Futures, mengatakan tensi geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas menjadi faktor utama yang harus diwaspadai.

"Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS seiring kembali terjadinya eskalasi di Timur Tengah oleh saling serang antara Iran dan AS," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com. Ia menambahkan bahwa situasi ini memicu ketidakpastian pada prospek perdamaian di kawasan dan berpotensi mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia.

Kenaikan harga minyak biasanya menjadi sentimen negatif bagi rupiah karena Indonesia masih menjadi importir minyak. Impor yang lebih mahal akan memperlebar defisit neraca perdagangan dan menekan cadangan devisa.

Proyeksi Pergerakan: Rp17.850 hingga Rp18.000

Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Level psikologis Rp18.000 menjadi batas bawah yang krusial untuk dipertahankan.

Jika tekanan jual terhadap rupiah meningkat, intervensi Bank Indonesia (BI) di pasar valas kemungkinan besar akan kembali terlihat. BI sebelumnya telah beberapa kali melakukan operasi stabilisasi untuk menjaga kurs agar tidak keluar dari fundamental ekonomi.

Apa Artinya bagi Investor dan Pelaku Bisnis?

Bagi importir, pelemahan rupiah dalam jangka pendek akan meningkatkan biaya bahan baku impor. Sebaliknya, eksportir bisa menikmati margin lebih besar dari penerimaan dolar AS. Investor di pasar saham dan obligasi juga perlu mencermati pergerakan kurs, karena volatilitas rupiah kerap memicu aksi jual asing di pasar keuangan domestik.

Investasi mengandung risiko. Pergerakan nilai tukar bisa berubah cepat seiring dinamika geopolitik global dan data ekonomi AS yang akan dirilis pekan ini.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks