KALIMANTAN TIMUR — Jakarta — Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan 6 miliar dolar AS dari total 12 miliar dolar AS aset negaranya yang dibekukan di Qatar akan dikembalikan ke Teheran. Pengumuman itu disampaikan dalam pertemuan dengan para ulama senior di kota Qom, Senin (29/6) waktu setempat.
Pezeshkian mengungkapkan rencana pencairan dana tersebut telah disusun secara sistematis. "Berdasarkan rencana yang telah disusun, dana sebesar 6 miliar dolar AS dari total 12 miliar dolar AS aset Iran di Qatar akan dikembalikan ke negara tersebut," ujarnya, dikutip kantor berita semi-resmi Tasnim.
Langkah tindak lanjut untuk pengembalian sisa dana juga tengah dipersiapkan. Pernyataan ini muncul setelah Iran dan Amerika Serikat menandatangani memorandum kesepakatan awal bulan ini.
Dalam memorandum tersebut, Washington berkomitmen menyediakan sepenuhnya dana dan aset Republik Islam Iran yang selama ini dibekukan atau dibatasi penggunaannya. Komitmen itu berlaku segera setelah pelaksanaan kesepakatan dinyatakan berjalan.
Iran sejak lama menegaskan bahwa pengembalian aset yang dibekukan di bank-bank luar negeri harus menjadi bagian integral dari setiap proses perundingan. Kantor berita CNN melaporkan pernyataan Pezeshkian tersebut sebagai perkembangan positif dalam hubungan bilateral kedua negara yang kerap tegang.
Aset Iran senilai miliaran dolar dibekukan di berbagai negara sejak sanksi internasional diberlakukan akibat program nuklir Teheran. Qatar menjadi salah satu negara penyimpan dana tersebut melalui mekanisme perbankan yang diawasi ketat.
Kesepakatan pencairan bertahap ini dipandang sebagai ujian bagi komitmen kedua belah pihak dalam menjalankan perjanjian yang telah ditandatangani. Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah AS terkait jadwal pasti transfer dana tersebut.