BALIKPAPAN — Penurunan harga ini membuat Pertamax Turbo mencatat koreksi terbesar di kelompok bensin nonsubsidi, yakni Rp1.050 per liter. Adapun produk lain seperti Dexlite dan Pertamina Dex masih bertahan di harga lama, masing-masing Rp20.150 dan Rp21.650 per liter.
Kebijakan ini merupakan penyesuaian berkala yang dilakukan Pertamina mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Regulasi itu mengatur formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran BBM umum di SPBU.
Berdasarkan pantauan di aplikasi dan laman resmi MyPertamina di Balikpapan pada Sabtu (1/8), hanya dua produk bensin nonsubsidi yang mengalami perubahan dibandingkan periode 1 Juli 2026 lalu.
Untuk segmen diesel, harga Dexlite dengan cetane number 51 masih dipatok Rp20.150 per liter. Pertamina Dex (CN 53) juga tidak berubah, tetap dijual Rp21.650 per liter.
Pertamina memastikan tidak ada penyesuaian untuk BBM bersubsidi dan penugasan. Pertalite masih dibanderol Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar bersubsidi tetap Rp6.800 per liter.
Fluktuasi harga jual eceran BBM nonsubsidi biasanya mengikuti pergerakan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah pada periode tertentu. Penurunan ini menjadi kabar baik bagi pengguna kendaraan bermesin bensin beroktan tinggi di wilayah Kalimantan Timur, terutama di kota-kota besar seperti Balikpapan, Samarinda, dan Kutai Kartanegara.
Masyarakat dapat memantau harga terbaru secara real-time melalui aplikasi MyPertamina sebelum melakukan pengisian di SPBU.