KALIMANTAN TIMUR — Rp339 juta adalah angka yang menggoda. Tapi perlu ditegaskan sejak awal: harga tersebut hanya berlaku selama GIIAS 2026 di ICE BSD, bukan harga permanen. LEPAS tidak menyebutkan berapa banderol normal setelah pameran usai—pola yang umum dipakai pendatang baru untuk mengumpulkan order awal, namun membuat konsumen yang tidak sempat datang ke pameran harus menebak-nebak.
LEPAS berdiri di atas fondasi yang sudah mapan. Ia adalah brand global terbaru dari grup yang sama di balik Chery, dengan hampir 30 tahun pengalaman riset, manufaktur, dan rantai pasok. Nama "Lepas" sendiri merupakan gabungan "LE" dari Leopard dan "PAS" dari Passion, dengan tagline "Drive Your Elegance" sebagai benang merah desain.
Posisi ini penting. Konsumen tidak sedang membeli produk dari startup yang belum terbukti—melainkan dari grup otomotif besar yang sudah punya jaringan dan pengalaman. Namun, jaringan dealer dan layanan purna jual LEPAS di Indonesia masih perlu dibuktikan, terutama untuk kategori mobil listrik yang butuh dukungan servis khusus baterai dan motor listrik.
E4 EV diposisikan sebagai Premium Lifestyle SUV, dibangun di atas platform bernama LEX. LEPAS mengklaim empat keunggulan platform ini: More Stable, More Spacious, More Quiet, More Energy Efficient. Klaim semacam ini wajib diuji lewat test drive langsung—spesifikasi di atas kertas tidak pernah cukup untuk menilai kestabilan dan kenyamanan berkendara.
Yang lebih konkret adalah klaim keselamatan. LEPAS menyatakan E4 EV memenuhi standar Global NCAP. Ini kabar baik, tapi perlu diverifikasi apakah sertifikasi tersebut berasal dari uji tabrak resmi Global NCAP atau hanya klaim internal pabrikan—perbedaan ini krusial untuk keputusan pembelian.
Spesifikasi inti E4 EV ada pada baterai 67 kWh dengan klaim jarak tempuh 637 km. Jika angka ini akurat berdasarkan standar NEDC, maka jarak tempuh di kondisi jalan Indonesia yang macet dan ber-AC akan jauh lebih rendah—biasanya 20-30 persen di bawah klaim pabrikan.
Perlu dicatat, angka 637 km ini belum tentu dihitung dengan metode WLTP yang lebih realistis. Untuk konteks, kompetitor di kelas harga yang sama umumnya menawarkan jarak tempuh 400-500 km. Jika klaim LEPAS terbukti mendekati angka riil, ini akan menjadi pembeda signifikan. Tapi konsumen sebaiknya menunggu hasil uji independen atau setidaknya test drive dengan rute campuran sebelum percaya penuh.
Dengan banderol Rp339 juta, E4 EV masuk ke medan perang yang sudah ramai. Beberapa kompetitor langsung yang perlu Anda bandingkan:
Keunggulan utama LEPAS ada pada klaim jarak tempuh yang jauh di atas rata-rata kelasnya. Kelemahannya: brand awareness yang masih rendah dan jaringan layanan yang belum teruji. Untuk mobil listrik, ketersediaan dealer dan kemudahan servis adalah faktor yang sama pentingnya dengan spesifikasi.
Ada beberapa hal yang perlu Anda cermati sebelum memesan E4 EV:
Keputusan membeli E4 EV pada akhirnya bergantung pada prioritas Anda. Kalau jarak tempuh adalah segalanya dan Anda siap menjadi early adopter dengan risiko layanan yang belum teruji, harga Rp339 juta ini menarik. Tapi kalau Anda mengutamakan ketenangan pikiran dalam hal servis dan nilai jual kembali, menunggu hasil review jangka panjang atau membandingkan dengan kompetitor yang lebih mapan adalah langkah yang bijak.