Kereta Api Kaltim Segera Masuk Kajian, Gubernur Rudy Mas’ud Minta Dishub Cari Investor

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 22:01:31 WIB
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud meminta Dinas Perhubungan segera mengkaji pembangunan kereta api bersama calon investor.

SAMARINDA — Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud buka suara soal masa depan transportasi darat di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa pembangunan jaringan kereta api bukan lagi sekadar wacana, melainkan langkah konkret yang tengah dipersiapkan pemerintah provinsi.

Instruksi tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Kementerian Perhubungan menyiapkan proyek serupa di Pulau Kalimantan. Menanggapi hal itu, Pemprov Kaltim menyatakan dukungan penuh.

“Kami sudah memberikan instruksi kepada Dinas Perhubungan untuk melaksanakan kajian bersama calon investor yang akan melaksanakan pembangunan kereta api,” ujar Rudy.

Mengapa Jalan Raya di Kaltim Kian Mahal?

Langkah ini dinilai sebagai keputusan yang tepat, terutama jika melihat kondisi geografis Kaltim yang ekstrem. Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Kalimantan Timur, Tiopan Gultom, menjelaskan bahwa bentang alam yang dipenuhi sungai dan kontur lahan beragam membuat biaya pembangunan infrastruktur jalan jauh lebih besar dibanding daerah lain.

“Bentang alam Kaltim yang dipenuhi sungai dan memiliki kontur lahan yang beragam menuntut pembangunan banyak jembatan serta pekerjaan perkuatan tanah yang tidak sederhana,” katanya.

Akibatnya, biaya pembangunan maupun perawatan jalan terus meningkat. Di sisi lain, transportasi sungai yang selama ini diandalkan pun punya kelemahan fatal: operasionalnya sangat bergantung pada pasang surut air, sehingga pengiriman barang kerap tidak efisien dan telat sampai.

Fokus Angkutan Barang, Bukan Penumpang

Meski potensinya besar, Tiopan mengingatkan agar proyek ini tidak sejak awal diarahkan untuk melayani penumpang. Menurutnya, permintaan perjalanan antarkota di Kaltim masih rendah, termasuk di koridor Samarinda–Balikpapan–IKN yang kerap disebut paling prospektif.

Sebaliknya, angkutan barang dinilai jauh lebih menjanjikan. Komoditas unggulan seperti batu bara, crude palm oil (CPO), dan karet disebut mampu menjadi muatan utama yang menjamin operasional kereta api tetap berkelanjutan.

“Dengan pola tersebut, proses distribusi komoditas akan lebih efisien, mulai dari lokasi produksi hingga menuju pelabuhan ekspor,” jelas Tiopan.

Konsep End-to-End dari Tambang ke Pelabuhan

Untuk memaksimalkan potensi itu, Tiopan menyarankan kajian yang disusun Dishub Kaltim bersama investor nantinya mengedepankan konsep end-to-end. Artinya, jalur kereta api dibangun langsung menghubungkan kawasan produksi dengan pelabuhan, tanpa putus di tengah jalan.

Dengan begitu, kereta api bisa menjadi tulang punggung logistik yang mengurangi beban kendaraan bertonase berat di jalan raya. Dampak ikutannya, usia infrastruktur jalan menjadi lebih panjang dan biaya perawatan bisa ditekan signifikan.

Pemprov Kaltim sendiri belum merinci calon investor yang diajak bicara maupun target waktu kajian selesai. Namun, instruksi Gubernur Rudy Mas’ud menjadi sinyal bahwa proyek ini akan berjalan serius dalam waktu dekat. (*)

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: kaltim.akurasi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top