KALIMANTAN TIMUR — Kehadiran Honda Super-ONE di GIIAS 2026 bukan sekadar pameran biasa. Model ini menjadi produk perdana Honda dengan penggerak listrik yang dijual resmi di Indonesia. Namun, yang menarik perhatian bukan hanya desainnya yang unik, tetapi juga strategi pemasaran yang tidak biasa: HPM menahan informasi harga hingga Rabu, 5 Agustus 2026 mendatang.
Yusak Billy, Sales, Marketing, dan After Sales Director PT HPM, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil agar masyarakat lebih fokus mengenal produk sebelum bertanya soal harga. Pihaknya ingin konsumen memahami filosofi di balik hadirnya mobil ini di pasar Indonesia.
"Supaya konsumen mengenal lebih dahulu seperti apa Honda Super-ONE sebelum mengetahui harga. Tujuannya supaya konsumen paham mengapa kami meluncurkan mobil ini di Indonesia," jelasnya saat sesi Deep Dive Honda Super-ONE di GIIAS 2026, Jumat (31/8).
Klaim bahwa Super-ONE berbeda dari EV lain punya dasar teknis yang kuat. Bobot mobil ini hanya sekitar 1.090 kg, menjadikannya salah satu mobil listrik paling ringan di kelasnya. Angka ini jauh di bawah rata-rata EV sekelas yang biasanya tembus 1.500 kg karena baterai besar.
Honda juga memperlebar pijakan roda (tread) hingga 10 mm. Kombinasi bobot ringan dan tread lebar ini diklaim memberikan stabilitas lebih baik saat bermanuver di perkotaan yang padat.
Dari sisi dapur pacu, Super-ONE ditenagai motor listrik dengan tenaga 63 hp dan torsi 162 Nm. Angka torsi yang besar untuk ukuran tenaga sekecil itu adalah ciri khas motor listrik yang langsung memberikan respons instan dari putaran bawah.
Yang menarik, ada mode BOOST yang menaikkan tenaga menjadi 95 hp. Mode ini kemungkinan besar diaktifkan untuk kebutuhan menyalip atau akselerasi mendadak, bukan untuk penggunaan harian agar baterai lebih awet.
Motor listrik tersebut disokong baterai berkapasitas 29,6 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 274 km dalam sekali pengisian. Untuk konteks penggunaan di Indonesia yang mayoritas adalah perjalanan stop-and-go dalam kota, angka ini terbilang realistis dan cukup untuk pemakaian beberapa hari tanpa charging.
Namun, perlu dicatat bahwa angka 274 km tersebut adalah klaim pabrikan. Jarak tempuh real-world bisa berbeda tergantung gaya berkendara, kondisi lalu lintas, dan penggunaan AC.
Secara visual, Super-ONE mengambil inspirasi dari hatchback Honda era 1980-an, yaitu City Turbo. Nuansa retro-modern terlihat jelas dari garis bodi yang tegas dan proporsi kompak. Bagi generasi yang lahir di era tersebut, desain ini jelas memicu nostalgia.
Pilihan desain ini memang tidak umum di tengah tren EV yang cenderung futuristik. Honda seolah ingin menegaskan bahwa Super-ONE bukan untuk semua orang, melainkan untuk mereka yang mencari karakter berbeda.
Honda Super-ONE jelas bukan EV mainstream. Ia hadir dengan pendekatan berbeda: ringan, efisien, dan penuh karakter. Tapi sampai harga resmi diumumkan, calon pembeli masih menunggu satu variabel paling penting untuk menentukan apakah mobil ini layak masuk garage.