SAMARINDA — Wali Kota Samarinda Andi Harun memberikan catatan tegas dalam presentasi produk AMDK Samaqua di Balai Kota, Selasa. Ia menyoroti proyeksi keuangan yang dipaparkan Direktur Utama Perumdam Tirta Kencana, Nor Wahid Hasyim, terutama soal target pengembalian modal.
"BEP harus dihitung kembali agar lebih cepat tercapai. Evaluasi kapasitas produksi, struktur biaya, dan potensi pasar harus dilakukan secara menyeluruh," kata Andi Harun.
Menurutnya, Samaqua harus memiliki model bisnis yang sehat dan daya saing tinggi di tengah ketatnya industri AMDK nasional. Perhitungan yang cermat menjadi kunci keberlanjutan usaha jangka panjang.
Andi Harun meminta Perumdam Tirta Kencana memetakan target konsumen secara spesifik sebelum memperluas jaringan distribusi. Kebutuhan dari sektor perhotelan, perkantoran, sekolah, hingga rumah sakit harus terdata dengan baik.
Data tersebut menjadi dasar penyesuaian target produksi dengan permintaan riil di lapangan. "Samaqua harus memiliki model bisnis yang sehat dan daya saing yang tinggi di tengah ketatnya industri AMDK nasional," tegasnya.
Wali Kota juga menyoroti aspek promosi. Materi iklan Samaqua diminta dikembangkan menjadi tayangan yang menyentuh emosi penonton melalui storytelling dan visual yang kuat, bukan sekadar video profil perusahaan.
Ia mengusulkan tagline berbasis kearifan lokal untuk membangun kedekatan emosional dengan masyarakat Samarinda. Strategi ini dinilai penting untuk membedakan Samaqua dari kompetitor nasional yang sudah mapan.
Pengolahan AMDK Samaqua pertama kali dicetuskan Perumdam Tirta Kencana pada awal 2025 sebagai langkah diversifikasi bisnis. Proyek ini kemudian resmi memasuki tahap pelaksanaan komersial pada Juli 2026.
Sebelum itu, produk akan melalui pengenalan perdana pada akhir Juni 2026. Seluruh izin edar dan standardisasi mutu juga harus dipenuhi lebih dulu agar produk siap bersaing di pasar nasional.