KALIMANTAN TIMUR — Pertandingan uji coba yang digelar di Perth, Australia, mempertemukan dua raksasa Serie A dalam laga yang berjalan sengit sejak menit awal. Meski hanya berstatus pramusim, tensi permainan tetap tinggi dengan duel-duel keras di lini tengah.
Momen paling emosional terjadi sebelum laga dimulai. AC Milan dan Inter Milan kompak memberikan penghormatan untuk Franco Baresi, sosok yang menghabiskan seluruh kariernya di San Siro selama 20 tahun. Baresi, yang kini menjabat sebagai duta klub, mendapat aplaus panjang dari seluruh penonton di stadion.
Penghormatan ini menjadi pengingat akan rivalitas yang tetap menjunjung sportivitas. Bagi AC Milan, Baresi adalah simbol kesetiaan dan kejayaan era 80-90an, sementara bagi Inter, ia adalah lawan tangguh yang layak dihormati.
Babak pertama berjalan dengan tempo sedang, kedua tim lebih banyak mencoba mengukur kekuatan. Pelatih memanfaatkan momen ini untuk mencoba berbagai formasi dan memberi menit bermain bagi pemain muda.
Memasuki babak kedua, intensitas permainan meningkat. Gol pembuka tercipta setelah kedua tim melakukan sejumlah pergantian pemain. Inter berhasil unggul lebih dulu melalui skema serangan balik cepat. Namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama, AC Milan merespons dengan tekanan bertubi-tubi dan akhirnya menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Skor tersebut bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Hasil imbang ini tidak banyak berpengaruh secara klasemen, tetapi menjadi tolok ukur kesiapan fisik dan taktik kedua tim. Bagi para penggemar di Asia, laga ini juga menjadi ajang melihat langsung aksi pemain bintang mereka di lapangan.
Dengan hasil ini, baik AC Milan maupun Inter memiliki pekerjaan rumah sebelum kompetisi resmi dimulai. Konsistensi permainan dan penyelesaian akhir menjadi catatan utama yang harus segera dibenahi oleh kedua pelatih.