KALIMANTAN TIMUR — Dedeng balado sambal hijau bukan sekadar menu andalan di rumah makan Padang. Hidangan ini juga dinilai cocok menjadi stok lauk di rumah karena teksturnya yang kering dan tahan lama. Popularitasnya mendorong banyak orang mencoba membuat versi rumahan yang praktis tanpa kehilangan cita rasa aslinya.
Untuk membuat hidangan ini, bahan utama yang dibutuhkan adalah 500 gram daging sapi has dalam atau sengkel. Daging diiris tipis mengikuti serat agar cepat kering saat digoreng nanti.
Sementara untuk bumbu halus, siapkan lima siung bawang putih, enam siung bawang merah, dua sentimeter lengkuas, dua sentimeter jahe, serta satu sendok teh ketumbar bubuk. Daun jeruk, serai, dan daun kunyit digunakan sebagai aromatik saat merebus daging.
Adapun untuk sambal hijau khas Padang, bahan yang diperlukan antara lain 15 buah cabai hijau besar, 10 buah cabai rawit hijau, enam siung bawang merah, tiga siung bawang putih, satu buah tomat hijau, serta daun jeruk dan serai untuk menumis.
Proses pertama dimulai dengan merebus irisan daging bersama bumbu halus, daun jeruk, daun kunyit, dan serai dalam 500 mililiter air. Rebus hingga air menyusut dan bumbu meresap ke dalam daging.
Setelah itu, tiriskan daging dan angin-anginkan hingga setengah kering. Langkah ini penting untuk mendapatkan tekstur dedeng yang renyah saat digoreng. Goreng daging dengan api sedang hingga kering dan renyah, lalu sisihkan.
Sambal hijau dibuat dengan merebus cabai hijau, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, dan tomat hijau hingga layu. Setelah layu, semua bahan diulek kasar agar teksturnya tetap terasa.
Selanjutnya, tumis sambal bersama daun jeruk dan serai hingga harum. Tambahkan garam dan gula secukupnya untuk menyeimbangkan rasa pedas yang segar. Masukkan dedeng goreng ke dalam sambal, aduk hingga bumbu melekat dan meresap.
Masak sebentar hingga aroma sambal dan dedeng menyatu, lalu angkat. Hidangan ini siap disajikan dengan nasi hangat.
Karena teksturnya yang kering, dedeng balado sambal hijau dapat disimpan dalam wadah tertutup di lemari pendingin. Saat ingin disantap kembali, cukup panaskan sebentar agar kerenyahannya kembali. Cara ini menjadikannya lauk andalan yang praktis untuk persediaan di rumah.