SAMARINDA — Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri menegaskan masa kuliah adalah momentum untuk membangun karakter, bukan sekadar mengejar ijazah. Hal ini disampaikannya saat membekali mahasiswa baru Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UINSI Samarinda dalam kegiatan PBAK 2026, Selasa (18/8/2026).
Saefuddin menilai mahasiswa harus memiliki integritas yang kuat agar ilmu yang diperoleh di bangku kuliah mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
“Mahasiswa harus memiliki integritas. Ilmu yang didapatkan di kampus harus bisa memberikan manfaat, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masyarakat,” ujar Saefuddin di hadapan peserta PBAK.
PBAK FUAD tahun ini mengusung tema “Reorientasi Ideologi Mahasiswa FUAD dalam Meningkatkan Integritas untuk Kreativitas Tanpa Batas.” Menurut Saefuddin, tema tersebut relevan dengan tantangan generasi muda di tengah derasnya arus teknologi dan informasi.
Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk berkreasi. Namun, kreativitas tanpa filter moral hanya akan melahirkan persoalan baru.
“Jangan takut untuk kreatif. Tetapi kreativitas harus dibangun dengan integritas dan tanggung jawab,” katanya.
Dalam pembekalan yang berlangsung interaktif, Saefuddin juga mengajak mahasiswa baru berdiskusi tentang alasan mereka memilih FUAD. Sejumlah mahasiswa menyampaikan motivasi mereka, dan diskusi itu dijadikan pijakan untuk mengingatkan pentingnya kesungguhan dalam menjalani proses akademik.
Saefuddin mendorong mahasiswa untuk aktif mencari pengalaman di luar perkuliahan. Menurutnya, lingkungan kampus adalah ruang untuk belajar berorganisasi, membangun komunikasi, dan memperluas jejaring sosial.
“Gunakan masa kuliah untuk belajar sebanyak-banyaknya, membangun pengalaman dan mengembangkan potensi. Jangan hanya mengejar nilai, tetapi bangun juga karakter,” tuturnya.
Ia pun mengingatkan agar mahasiswa tidak sekadar menjadi penerima informasi. Peran aktif dalam proses pembelajaran dinilai penting untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan memahami berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
Saefuddin berharap PBAK ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk memahami peran mereka sebagai bagian dari civitas akademika. Ia meminta mahasiswa menjalani perkuliahan dengan serius namun tetap menikmati prosesnya.
“Harapan kita mahasiswa FUAD bisa menjadi generasi yang berintegritas, kreatif, memiliki kepedulian sosial dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.