Dua Karhutla Landa Sangatta Utara dalam Sehari, Lahan Kering di Belakang SMAN 2 dan Kenyamukan Hangus

Penulis: Hendra Setiawan  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:40:01 WIB
Petugas gabungan memadamkan api karhutla di lahan kering belakang SMAN 2, Desa Singa Gembara, Sangatta Utara, Kamis (20/8/2026).

SANGATTABPBD Kutai Timur mencatat dua kejadian karhutla dalam kurun waktu kurang dari dua jam di Kecamatan Sangatta Utara, Kamis (20/8/2026). Kebakaran pertama dilaporkan warga sekitar pukul 13.30 WITA di lahan kering yang berada tepat di belakang SMAN 2, Desa Singa Gembara.

Tim gabungan yang terdiri atas sembilan personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta BPBD Kutim langsung diterjunkan ke lokasi. Dua unit kendaraan dikerahkan untuk menjinakkan api yang membakar semak belukar seluas sekitar satu hektare tersebut.

Upaya pemadaman berlangsung sekitar satu jam. Api di Singa Gembara akhirnya berhasil dikendalikan pada pukul 14.30 WITA.

Api Kembali Muncul di Kenyamukan

Belum sempat petugas menarik mundur armada, laporan kebakaran baru kembali masuk. Kali ini titik api terlihat di kawasan Kenyamukan, masih di kecamatan yang sama.

Petugas yang berada di lokasi pertama langsung bergeser untuk mencegah kobaran api menjalar ke lahan di sekitarnya. Hingga laporan terakhir diterima, proses pemadaman di titik kedua masih berlangsung.

BPBD: Bukan Faktor Alam, Diduga Ulah Manusia

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim Muhammad Naim menyebutkan, dari hasil pemantauan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kebakaran yang dipicu faktor alam. Pihaknya menduga api muncul akibat kelalaian manusia.

"Kalau dilihat dari lokasi, tidak ada tanda-tanda yang mengarah akibat faktor alam. Bisa jadi karena puntung rokok atau kelalaian manusia," kata Naim.

Kondisi cuaca memperparah situasi. Minimnya hujan dalam beberapa pekan terakhir membuat vegetasi di lahan terbuka sangat kering dan mudah terbakar.

"Sekarang tidak ada hujan, kemarau panjang, jadi semua lahan kering. Sedikit pemicu saja akan mudah terbakar," ujarnya.

Waspadai Kelalaian Anak-anak di Lahan Terbuka

BPBD Kutim mengimbau orang tua mengawasi aktivitas anak-anak yang berpotensi memicu api. Imbauan ini menyusul kejadian karhutla sebelumnya di Sangatta Selatan yang diduga bermula dari anak-anak membakar sarang tawon.

"Seperti halnya beberapa waktu lalu di Sangatta Selatan, terjadi kebakaran lahan karena kelalaian anak-anak yang membakar sarang tawon dan apinya terjatuh," jelas Naim.

Masyarakat diminta segera melapor jika menemukan titik api atau kepulan asap di sekitar permukiman. Penanganan dini dinilai krusial agar api tidak meluas dan semakin sulit dikendalikan.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: radarbontang.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top