Pencarian

Karhutla Kaltim Capai 413 Titik, 937 Hektare Lahan Hangus, Kutai Barat Terparah

Jumat, 21 Agustus 2026 • 17:43:31 WIB
Karhutla Kaltim Capai 413 Titik, 937 Hektare Lahan Hangus, Kutai Barat Terparah
Petugas BPBD Kaltim memantau titik api di kawasan rawan karhutla di Kutai Barat, yang mencatat luas lahan terbakar terbesar mencapai 269,34 hektare.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur mencatat 413 titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 19 Agustus 2026, dengan total area terbakar mencapai 936,95 hektare. Kutai Barat menjadi wilayah dengan kerusakan terluas, yakni 269,34 hektare, sementara Kabupaten Paser melaporkan jumlah titik api terbanyak. Luas lahan yang hangus ini hampir menyentuh angka 1.000 hektare di tengah musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran.

SAMARINDA — Sebanyak 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur kini masuk zona merah kebakaran hutan dan lahan. Data BPBD Kaltim yang diperbarui per 19 Agustus 2026 menunjukkan total 936,95 hektare lahan telah hangus, tersebar dari pesisir hingga wilayah perbatasan.

Plh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kaltim, Sugeng Priyanto, mengatakan hampir seluruh daerah di provinsi ini melaporkan kejadian karhutla. Perbedaan hanya terletak pada luas area yang terbakar dan tingkat keparahannya.

"Yang sementara ini cukup dominan dan terus kami pantau berada di wilayah Berau, Kutai Timur, dan Kutai Kartanegara," ujar Sugeng dalam keterangannya, Rabu (20/8).

Kutai Barat Terparah, Paser Catat Titik Api Terbanyak

Kutai Barat mencatat luas lahan terbakar terbesar dengan 269,34 hektare dari 70 kejadian. Angka ini hampir sepertiga dari total keseluruhan area yang hangus di Kaltim.

Disusul Kutai Kartanegara seluas 215,38 hektare, lalu Paser 178,69 hektare. Kota Samarinda dan Berau masing-masing kehilangan 88,60 hektare dan 83,44 hektare lahannya akibat api.

Dari sisi frekuensi, Kabupaten Paser memimpin dengan 85 titik kebakaran. Kota Samarinda menyusul dengan 75 titik, dan Kutai Barat 70 titik. Mahakam Ulu menjadi satu-satunya daerah yang belum melaporkan kejadian karhutla pada periode tersebut.

Pemantauan Diperketat di Wilayah Rawan

BPBD Kaltim kini memfokuskan pengawasan di tiga wilayah yang dinilai paling rawan, yaitu Berau, Kutai Timur, dan Kutai Kartanegara. Laporan kejadian juga terus berdatangan dari Penajam Paser Utara, Paser, hingga Kutai Barat.

Data sebaran lengkap karhutla di Kaltim hingga 19 Agustus 2026:

  • Paser: 85 titik, luas terbakar 178,69 hektare
  • Samarinda: 75 titik, luas terbakar 88,60 hektare
  • Kutai Barat: 70 titik, luas terbakar 269,34 hektare
  • Kutai Kartanegara: 52 titik, luas terbakar 215,38 hektare
  • Penajam Paser Utara: 42 titik, luas terbakar 40,31 hektare
  • Berau: 35 titik, luas terbakar 83,44 hektare
  • Kutai Timur: 29 titik, luas terbakar 39,25 hektare
  • Balikpapan: 17 titik, luas terbakar 13,89 hektare
  • Bontang: 8 titik, luas terbakar 10,04 hektare
  • Mahakam Ulu: 0 titik

Koordinasi Antardaerah Digencarkan

Menghadapi kondisi cuaca yang berpotensi memperparah kebakaran, BPBD Kaltim meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Langkah ini ditempuh untuk mencegah meluasnya area terdampak, terutama di wilayah dengan bentang lahan luas.

Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat sanksi pidana menanti pelaku karhutla. BPBD juga meminta warga segera melapor jika melihat titik api muncul di sekitar permukiman.

Follow faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sultanews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks