KALIMANTAN TIMUR — Kabar ini mencuat setelah Ford mempertunjukkan bocoran lini produk terbarunya kepada para dealer dalam pertemuan tertutup di Las Vegas pekan lalu. Mengutip laporan Automotive News yang dirilis Electrek, SUV crossover anyar tersebut tampil dengan desain kotak dan lebar, sekilas mengingatkan pada generasi pertama Ford Escape. Model ini diposisikan di bawah Maverick sebagai kendaraan termurah Ford dan akan diproduksi di pabrik Hermosillo, Meksiko.
Keputusan Ford untuk tidak menggunakan platform EV Universal pada model ini sempat menimbulkan pertanyaan. Apalagi, pabrikan asal Amerika Serikat itu baru saja mengumumkan pikap listrik Fathom yang berbasis platform serupa. Namun, keputusan ini dinilai logis dari sisi produksi.
Platform EV Universal dikembangkan khusus untuk pabrik Ford di Louisville, bukan untuk fasilitas produksi di Meksiko. Selain itu, para eksekutif Ford disebut telah menegaskan komitmen mereka terhadap pengembangan powertrain hybrid ke depan. Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa Ford tidak serta-merta meninggalkan mesin konvensional di tengah transisi elektrifikasi.
Sam Fiorani, Vice President Global Vehicle Forecasting di AutoForecast Solutions, memperkirakan model baru ini akan menggantikan posisi Ford Escape yang sudah lama malang melintang di pasar global. Jika prediksi ini akurat, generasi penerus Escape akan hadir dengan pilihan mesin hybrid dan bensin. Strategi ini dinilai lebih konservatif dibandingkan pendekatan agresif Ford terhadap kendaraan listrik.
Sementara itu, Ford juga bersiap membuka pre-order untuk pikap listrik Fathom pada awal 2027. Pikap ini dibanderol mulai USD 28.350 atau sekitar Rp 450 jutaan dan akan bersaing di segmen EV terjangkau. Pengiriman pertama dijadwalkan mulai akhir 2027.
Keputusan Ford untuk tidak menghadirkan versi listrik dari SUV crossover murah ini terbilang mengejutkan. Pasalnya, performa Mustang Mach-E belakangan ini kurang menggembirakan. Penjualan Mach-E anjlok 46 persen pada paruh pertama 2026 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, hanya mencatatkan 11.632 unit.
Di sisi lain, pasar EV Amerika Serikat justru didominasi oleh SUV listrik yang relatif terjangkau. Chevrolet Equinox EV, Toyota bZ, Hyundai IONIQ 5, dan Tesla Model Y menjadi lima besar kendaraan listrik terlaris di AS pada paruh pertama 2026. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Ford untuk menghadirkan SUV listrik entry-level, meski hingga kini belum ada kepastian kapan model tersebut akan direalisasikan.
Ford sendiri telah menyatakan bahwa platform UEV cukup fleksibel untuk mendukung berbagai ukuran kendaraan, dari mobil segmen B hingga van komersial. Dengan demikian, kemungkinan lahirnya crossover listrik murah dari Ford masih terbuka lebar. Hanya saja, waktunya masih menjadi tanda tanya besar.