Karhutla Kembali Terjadi di Desa Sesulu PPU, 0,44 Hektare Lahan Terbakar dan Akses Petugas Terkendala

Penulis: Jauhari Lubis  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:05:31 WIB
Petugas gabungan memadamkan api di lahan seluas 0,44 hektare yang terbakar di Desa Sesulu, PPU, Selasa (25/8) sore.

PENAJAM — Lahan seluas 0,44 hektare di Desa Sesulu, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) hangus dilalap api pada Selasa (25/8) sore. Vegetasi yang terbakar didominasi semak belukar dan jerami padi, dengan dugaan awal api berasal dari aktivitas pembukaan lahan.

Informasi mengenai kebakaran pertama kali diterima petugas sekitar pukul 17.30 Wita. Tidak lama berselang, tim gabungan yang terdiri dari Danramil Waru Kapten Inf Arsyad beserta personel Koramil, jajaran Polsek Waru, dan tujuh personel BPBD langsung menuju lokasi. BPBD Kabupaten PPU juga mengerahkan lima unit kendaraan pemadam untuk mempercepat proses pemadaman.

Akses Jalan Sempit, Petugas Terpaksa Berjalan Kaki

Kondisi geografis menjadi tantangan tersendiri dalam operasi pemadaman kali ini. Akses menuju titik kebakaran cukup sulit dilalui kendaraan roda empat, sehingga mobilisasi peralatan dan personel harus dilakukan secara bertahap.

Sebagian personel bahkan harus memarkir kendaraan di titik tertentu dan melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda motor hingga berjalan kaki untuk mencapai lokasi api. Meski terkendala, upaya pemadaman tetap dilakukan secara bersama-sama. TNI dan Polri membantu mencari titik api serta melakukan pemadaman manual, sementara BPBD mengoptimalkan peralatan yang tersedia.

Api Padam, Bara di Lahan Gambut Masih Mengancam

Setelah api berhasil dikendalikan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Sejumlah bara dan titik panas masih ditemukan, terutama pada bagian lahan yang memiliki karakteristik gambut.

Proses pendinginan dan pengecekan dilakukan secara menyeluruh karena bara yang berada di bawah permukaan gambut berpotensi kembali menyala dan memicu kebakaran susulan apabila tidak ditangani dengan baik. Koordinasi antara TNI, Polri, dan BPBD menjadi faktor penting dalam memastikan api tidak menjalar ke kawasan lain.

Warga Diminta Waspada saat Buka Lahan

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas pembukaan lahan, terutama saat kondisi cuaca kering seperti sekarang. Penggunaan api yang tidak diawasi berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan ketika menjalar ke lahan semak maupun gambut.

Petugas juga meminta warga segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum kebakaran meluas. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut di lapangan.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: ayokaltim.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top