SAMARINDA — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur bersama tim gabungan berhasil menjinakkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan konservasi Cagar Alam Muara Kaman Sedulang, Desa Liang Buaya, Kabupaten Kutai Kartanegara. Area terdampak mencapai satu hektare berupa vegetasi semak belukar dan rumpun bambu.
Kepala BKSDA Kaltim M Ari Wibawanto menyebut regu pemadam yang diterjunkan langsung bergerak cepat setelah titik api ditemukan tim patroli gabungan pada Minggu lalu. Proses pemadaman berlangsung sekitar tiga jam, dimulai pukul 13.59 Wita hingga tuntas pada 17.10 Wita.
Sinergi Tiga Pilar Padamkan Api di Bawah Terik Matahari
Operasi pemadaman melibatkan personel Manggala Agni, TNI, serta Masyarakat Mitra Polhut. Mereka bahu-membahu mengoperasikan peralatan mekanis di lapangan untuk memutus jalur api sebelum meluas ke area konservasi lain.
"Kami langsung menerjunkan tim gabungan untuk memadamkan titik api demi menjaga keanekaragaman hayati nusantara," ujar M Ari Wibawanto di Samarinda, Selasa.
Api Juga Muncul di Cagar Alam Teluk Adang, Paser
Upaya pengendalian kebakaran tidak berhenti di Kutai Kartanegara. Personel BKSDA Kaltim bersama tim gabungan juga menerobos malam untuk memadamkan kobaran api di Cagar Alam Teluk Adang, Kabupaten Paser. Pemadaman dilakukan pada malam hari agar api tidak meluas merusak ekosistem penting di kawasan tersebut.
"Perjuangan keras dari garda terdepan penjaga rimba ini juga terus berlanjut di sejumlah titik wilayah perlindungan konservasi lainnya," kata Ari.
Ancaman Kemarau bagi Habitat Satwa Liar
Kebakaran yang terjadi di tengah musim kemarau menjadi perhatian serius BKSDA Kaltim. Kawasan cagar alam merupakan habitat berbagai satwa liar yang dilindungi, sehingga potensi kerusakan ekosistem akibat api menjadi ancaman nyata.
"Kewaspadaan tinggi mutlak diperlukan guna memastikan seluruh habitat satwa liar di dalam cagar alam kita benar-benar aman dari ancaman kemarau," tegasnya.
Pemda Galang Kepedulian Masyarakat Cegah Titik Api
Pemerintah daerah terus menggalang kepedulian seluruh elemen masyarakat sekitar untuk bersama-sama mencegah meluasnya titik api secara dini. Langkah preventif dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan saat api sudah membesar.
"Mari kita hindari segala bentuk aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan karena menjaga hutan berarti menyelamatkan masa depan bangsa," demikian Ari.