BONTANG — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menghantui wilayah Bontang seiring memanasnya suhu udara. Kawasan barat kota, khususnya di sepanjang Bontang Lestari, menjadi perhatian utama lantaran masih banyak hamparan lahan terbuka yang kering dan mudah tersulut api.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyebut koordinasi lintas instansi telah diperkuat untuk mengantisipasi meluasnya titik api. BPBD, kepolisian, Kodim, hingga perangkat kelurahan diterjunkan melakukan patroli rutin di titik-titik rawan.
“Mereka terus melakukan patroli untuk mengantisipasi munculnya kebakaran,” ujarnya, Rabu (26/8).
Agus menjelaskan, wilayah yang perlu dipantau ketat berada di bagian barat Bontang, membentang dari area depan rumah sakit hingga sepanjang Bontang Lestari. Di kawasan itu, masih banyak lahan tidur yang ditumbuhi semak belukar kering.
“Kalau kita lihat wilayah Bontang, kawasan Selat Makassar tentu berupa laut. Yang perlu dipantau adalah bagian barat, mulai dari depan rumah sakit hingga sepanjang Bontang Lestari karena masih terdapat lahan yang berpotensi mengalami kebakaran,” jelasnya.
Keberadaan personel di lapangan dinilai penting untuk mendeteksi titik api lebih dini. Dengan begitu, api bisa segera dipadamkan sebelum merambat ke area yang lebih luas dan membahayakan permukiman warga.
Kebiasaan warga membakar sampah atau material lain di lahan terbuka ikut disorot. Aktivitas ini disebut berisiko tinggi memicu karhutla, terutama jika api ditinggalkan tanpa pengawasan lalu merambat ke semak-semak kering di sekitarnya.
Pemkot Bontang menegaskan tidak hanya mengandalkan patroli, tetapi juga akan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti sengaja membakar lahan. Namun, bagi kejadian yang tidak disengaja, pembinaan tetap diberikan.
“Kalau memang ada unsur kesengajaan dalam pembakaran, tentu wajib ada sanksi. Tetapi kalau kejadiannya tidak disengaja, masyarakat bisa diberikan pembinaan,” tegas Agus.
Agus mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi membahayakan. Laporan cepat dinilai krusial agar petugas dapat bertindak sebelum api membesar.
“Kalau menemukan titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi membahayakan sekitar, segera telpon BPBD atau Damkar,” pungkasnya.
Kesadaran warga menjadi kunci utama pencegahan. Api yang berasal dari pembakaran kecil sekalipun dapat dengan cepat melahap semak dan lahan kering ketika cuaca sedang panas dan berangin.