Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPPUKM) Kalimantan Timur memfasilitasi pelaku industri setempat untuk memahami proses produksi ramah lingkungan. Langkah ini diambil untuk mewujudkan sektor industri berkelanjutan yang tetap menjaga kelestarian alam. Sosialisasi digelar secara daring dengan menggandeng Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Samarinda.
SAMARINDA — Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPPUKM) Kalimantan Timur mendorong para pelaku industri di daerahnya beralih ke proses produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Langkah ini ditempuh melalui kegiatan Sosialisasi Industri Hijau Berkelanjutan Berbasis Klaster KBLI Data SIINas yang digelar secara daring.
Kepala DPPPKUKM Provinsi Kaltim Heni Purwaningsih mengatakan, peningkatan pemahaman terhadap prinsip industri hijau menjadi kunci untuk mewujudkan perindustrian yang berkelanjutan di wilayahnya.
Heni menuturkan, sosialisasi ini tidak hanya memberikan edukasi mengenai sertifikasi industri hijau, tetapi juga menghadirkan praktik baik dari pelaku industri yang telah sukses menerapkannya.
"Sosialisasi ini memberikan edukasi mengenai sertifikasi industri hijau, sekaligus menghadirkan praktik baik dari pelaku industri yang telah sukses menerapkannya," kata dia di Samarinda, Kamis.
Melalui kegiatan ini, para pelaku industri lokal mendapatkan pembelajaran yang mencakup pengalaman implementasi, tantangan di lapangan, hingga strategi keberhasilan yang bisa ditiru.
Heni berharap pengenalan praktik industri ramah lingkungan ini dapat menjadi referensi dan inspirasi berharga bagi dunia usaha di Kalimantan Timur. Ia menegaskan pentingnya efisiensi produksi tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
"Kami ingin seluruh pelaku usaha di daerah mulai beralih menerapkan proses produksi yang lebih efisien dengan tetap sangat memperhatikan kelestarian aspek lingkungan," ujarnya.
Selain dampak lingkungan, para pelaku usaha juga bisa merasakan besarnya manfaat ekonomi dari penerapan prinsip industri hijau ini.
Dalam kesempatan itu, Heni menambahkan bahwa pemanfaatan data Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) berbasis klaster KBLI sangat dibutuhkan saat ini. Data tersebut dinilai mampu mendukung pemetaan sektor industri yang potensial di Kalimantan Timur.
Integrasi pendataan berbasis klaster ini membantu pemerintah daerah memperkuat arah pembinaan industri hijau di seluruh wilayah setempat. Dengan data yang akurat, pembinaan bisa lebih tepat sasaran.
"Sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan ini terus didorong demi terciptanya sektor industri yang tidak hanya produktif dan berdaya saing, tetapi juga mampu menjaga kelestarian alam secara berkelanjutan," ujar dia.