KALIMANTAN TIMUR — Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di Kampung Satelit Kulon, Kecamatan Rancabungur. Kala itu, istri Amarullah sedang mencuci pakaian di tepi sungai, sementara anaknya yang berinisial AU bermain air di dekatnya.
Kapolsek Rancabungur Ipda Yudhi Widhiana menuturkan, istri korban melihat AU seakan tenggelam. Amarullah yang berada di lokasi langsung bereaksi dengan menceburkan diri.
"Iya, jadi yang awalnya berniat membantu anaknya, ternyata dia korban malah tenggelam. Kalau anaknya berhasil diselamatkan, karena ada warga juga yang ada di lokasi ikut membantu," ujar Yudhi kepada wartawan, Rabu (2/9/2026).
"Kronologis singkatnya, korban, istri dan anaknya mandi di sungai tersebut. Ketika istri sedang mencuci, istrinya melihat anaknya sedang berenang dan terlihat seperti tenggelam. Kemudian ditolong lah sama bapaknya, ada warga setempat juga yang melihat kejadian, terus ikut membantu," kata Yudhi.
AU akhirnya berhasil ditarik ke tepian. Sayangnya, Amarullah justru tenggelam. Diduga ia kelelahan setelah berenang mengejar anaknya di tengah aliran Sungai Cisadane.
Jenazah Amarullah ditemukan tidak jauh dari titik awal ia tenggelam. Tim kemudian mengevakuasi korban dan membawanya ke rumah duka.
"Jadi kita baru saja bersama tim SAR gabungan telah melaksanakan evakuasi jenazah korban dan sekarang sudah dibawa ke rumah duka. Ditemukan masih di lokasi yang sama, tidak jauh dari lokasi awal dia tenggelam. Untuk almarhum atas nama Amarullah 40 tahun," ungkap Yudhi.
Dugaan sementara, arus sungai cukup deras dan membuat Amarullah kehilangan tenaga. Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko berenang di sungai tanpa pengaman, terutama saat musim debit air sedang tinggi.