Sebanyak 20.000 pengunjung ditargetkan hadir dalam gelaran Mahligai Nusantara 2026 yang akan berlangsung di Dome Balikpapan pada 11-13 September mendatang. Ajang tahunan yang memasuki tahun keempat ini diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan sebagai upaya mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal naik kelas melalui inovasi, digitalisasi, dan sinergi lintas lembaga.
BALIKPAPAN — Rangkaian pameran produk unggulan, lokakarya, hingga zona layanan konsultasi bakal memenuhi Dome Balikpapan selama tiga hari ke depan. Seluruhnya dirancang untuk memperkuat ekosistem UMKM, tidak hanya dari sisi kualitas produk, tetapi juga perluasan akses pasar.
"Sinergi dan kolaborasi ini diharapkan semakin memperkuat ekosistem UMKM, baik dari sisi kapasitas usaha, kualitas produk, maupun perluasan akses pasar," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Balikpapan Robi Ariadi di Balikpapan, Selasa.
Tagar dari Bahasa Paser Jadi Tema Besar
Tahun ini, penyelenggara mengusung tagar #BerayakBetampaSetaketMendenia yang berasal dari Bahasa Paser. Frasa tersebut bermakna 'Bersama Berkarya, UMKM Mendunia', menegaskan arah pengembangan yang tidak lagi berfokus pada produksi semata, melainkan juga daya saing di lingkup lebih luas.
Ajang yang sudah digelar sejak 2023 ini menghadirkan sejumlah zona, termasuk zona inspirasi yang memamerkan capaian kolaborasi BI bersama pemerintah daerah, kementerian/lembaga, perbankan, akademisi, dan pelaku usaha.
Transaksi Nontunai dan Pangan Murah di Satu Atap
Pengalaman berbelanja digital menjadi salah satu daya tarik utama. Mahligai Nusantara 2026 terintegrasi dengan Fentura Pop 2026, pasar kaget kuliner yang berlangsung pada 10-13 September. Sebanyak 36 stan kuliner UMKM disiapkan dengan target lebih dari 20.000 transaksi QRIS.
Pembayaran di lokasi sepenuhnya menggunakan sistem nontunai melalui QRIS dan QRIS TAP. Langkah ini sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar secara digital.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM). Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga harga tetap terjangkau dan pasokan pangan aman di tengah risiko El Nino.
46 UMKM Makanan Siap Ramaikan Pameran
Pada acara puncak, sebanyak 46 UMKM makanan dan minuman olahan akan mengisi area pameran. Puluhan pelaku usaha lainnya dari sektor wastra, kriya, pakaian siap pakai, hingga kerajinan tangan juga turut meramaikan kegiatan.
Beragam kompetisi telah disiapkan untuk menarik pengunjung. Mulai dari peragaan busana, tari kreasi, lomba memasak 'Ngaduk Rasa Produk Lokal', mewarnai anak, hingga kompetisi menyanyi Mahligai Idol yang menghadirkan penampilan khusus Rio Laskhart, runner up Indonesian Idol 2026.
Rangkaian Pre-Event untuk Petani dan Pelajar
Sejumlah kegiatan awal telah berlangsung sejak Agustus lalu. Workshop Tani Camp 2026 digelar di Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara, dan Balikpapan untuk memberikan praktik langsung penerapan Good Agricultural Practices kepada kelompok tani dan ternak, termasuk pelibatan PKK serta pelajar.
Akademi Muda Nusantara pada 31 Agustus hingga 1 September memberikan pelatihan bagi 20 siswa SMA/SMK dan 21 UMKM mitra BI. Materi yang diajarkan mencakup arah desain, penceritaan visual, hingga penyusunan DNA merek.
Selanjutnya, Akademi SIAPIK digelar pada 4 September untuk meningkatkan kualitas pencatatan keuangan UMKM. Lokakarya strategi memperpanjang masa simpan produk makanan dan minuman olahan menyusul pada 7 September.
BI Balikpapan mengajak seluruh masyarakat untuk hadir memeriahkan rangkaian acara di Dome Balikpapan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan UMKM lokal dan penguatan ekonomi daerah.