KALIMANTAN TIMUR — Pelatnas PBSI Cipayung menjadi titik start persiapan tunggal putri menuju Asian Games 2026. Ajang itu berlangsung 19 September hingga 4 Oktober mendatang di Aichi-Nagoya, Jepang, dan Indonesia menurunkan empat pemain di sektor ini.
Putri Kusuma Wardani, peringkat tujuh dunia, kembali dipercaya memimpin skuad. Di belakangnya ada tiga nama yang akan menjalani debut di multievent empat tahunan: Thalita R. Wiryawan, Ni Kadek Dhinda, dan Mutiara Ayu Puspitasari.
Empat Wakil, Satu Tumpuan di Pundak Putri
Komposisi ini menempatkan Putri sebagai satu-satunya pemain yang sudah punya pengalaman di level elite. Tiga rekannya masih minim jam terbang di turnamen besar, sehingga beban harapan otomatis mengarah ke pemain kelahiran 2002 tersebut.
Imam Tohari menyadari kondisi itu. Ia tidak memasang target berlebihan untuk para debutan, tapi tetap membuka peluang medali di nomor beregu maupun perorangan.
"Kalau di nomor beregu kami ingin dapat medali. Saya enggak ngomong medali warna apa ya. Dan jika dapat mungkin untuk tim putri sudah luar biasa. Begitu pun di perorangan juga medali. Itu target realistis," kata Imam saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Kamis (10/9/2026).
Konsistensi Putri Jadi Kunci Utama
Persiapan fisik dan teknik sudah diberikan kepada keempat pemain. Imam menilai tidak ada kendala signifikan, kecuali satu hal yang terus membayangi penampilan Putri: konsistensi dari pertandingan ke pertandingan.
Ia membandingkan performa Putri di Jepang yang berjalan mulus dengan hasil di Kejuaraan Dunia yang jauh dari ekspektasi. Perbedaan itu menjadi catatan tersendiri bagi tim pelatih.
"Sampai detik ini pun Putri masih butuh konsistensi di pertandingannya. Contoh, di Jepang dia tampil bagus sekali, tapi di Kejuaraan Dunia apa yang kita harapkan tidak sesuai," jelas Imam.
Tekanan sebagai satu-satunya andalan di sektor tunggal putri disebut Imam turut memengaruhi mental Putri. Ia mengaku rutin berkomunikasi dengan pemainnya soal beban tersebut.
"Ya (mungkin) terbebani juga karena kan dia juga memang satu-satunya (andalan tunggal putri) ya. Jadi dia yang selalu diharapkan. Saya selalu ngomong juga dengan Putri. Ya mau enggak mau memang harus dilawan."
"Nah ini menurut saya sih tinggal menunggu waktu saja. Begitu ada momennya dan ketemu, itu yang harus dipertahankan konsistensinya," tegas Imam.
Asian Games 2026 Jadi Panggung Debut Tiga Pemain Muda
Bagi Thalita, Ni Kadek Dhinda, dan Mutiara Ayu, Aichi-Nagoya akan menjadi pengalaman pertama tampil di multievent sebesar Asian Games. Tekanan kompetisi beregu dan perorangan jelas berbeda dari turnamen BWF reguler.
Imam berharap momentum ini dimanfaatkan para pemain muda untuk mengukur kemampuan di level Asia. Nomor beregu putri akan menjadi ujian awal sebelum perorangan bergulir.
Dengan empat pemain di sektor tunggal putri, Indonesia setidaknya punya peluang menambah kedalaman skuad menjelang dua nomor yang dipertandingkan. Target medali yang disebut Imam bukan ambisi kosong, melainkan hasil perhitungan realistis dari kekuatan skuad saat ini.