Festival Paduan Suara Internasional di Danau Toba Digelar 24-27 September 2026

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Kamis, 03 September 2026 | 13:08:31 WIB
Peserta paduan suara membawakan lagu pada pembukaan The Caldera Culture Festival (TCCF) 2026 di kawasan Danau Toba, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Kamis (24/9/2026).

KALIMANTAN TIMUR — Danau Toba bersiap menyambut ribuan pelantun suara dari berbagai penjuru Indonesia. The Caldera Culture Festival (TCCF) 2026 yang dirangkai dengan Samosir International Choir Competition (SICC) 2026 dijadwalkan berlangsung 24–27 September 2026 di Kabupaten Samosir. Dengan mengusung tema "Gema Tanah Toba: Dari Tanah Toba Menyatukan Ragam Suara dan Budaya", perhelatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga perayaan budaya yang mengakar pada kearifan lokal kawasan Toba Caldera UNESCO Global Geopark.

Kompetisi Bertaraf Internasional dengan Sentuhan Lokal

SICC 2026 mempertemukan talenta paduan suara terbaik Indonesia, sekaligus menjadi pintu gerbang menuju panggung dunia. Ketua Steering Committee TCCF 2026, Mora Nasution, menegaskan bahwa Indonesia punya tradisi kuat di bidang ini.

"Indonesia dikenal sebagai paduan suara juara dunia. Kalau memang ini bisa menjadi perwakilan di tingkat dunia, tentu menjadi kebanggaan kita bersama," ujar Mora dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Rabu (2/9).

Kualitas kompetisi dijamin lewat kehadiran dewan juri internasional dari Latvia, Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Ajang ini juga memperebutkan Piala Bergilir Gubernur Sumatera Utara dengan total hadiah mencapai Rp150 juta.

Rangkaian Acara dan Pesan Lingkungan

Festival ini dirancang memberi pengalaman lebih luas bagi wisatawan—bukan hanya menyaksikan harmoni suara, tapi juga berinteraksi dengan budaya dan masyarakat setempat. Sepanjang acara berlangsung, pengunjung bisa menjumpai pelaku UMKM yang memamerkan produk khas Samosir.

Pesan pelestarian lingkungan menjadi pilar penting perhelatan ini. Beberapa agenda yang akan dilakukan antara lain:

  • Penanaman bibit pohon di kawasan Danau Toba
  • Penebaran benih ikan di perairan Danau Toba sebagai upaya menjaga ekosistem
  • Penguatan status Toba Caldera UNESCO Global Geopark melalui kegiatan berkelanjutan

Jadi Momen Wisata Budaya di Samosir

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir, Tetty Naibaho, menyatakan kesiapan daerahnya menyambut tamu. Pemerintah kabupaten menargetkan mampu melayani sekitar 3.000 pengunjung setiap hari selama acara. Edukasi telah diberikan kepada pelaku UMKM, pengelola hotel, homestay, dan masyarakat agar siap memberikan pelayanan prima.

"Ini merupakan momentum untuk memeriahkan Samosir. Kita berharap seluruh pelaku usaha dapat mendukung melalui ketaatan terhadap aturan dan memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu," kata Tetty.

Pelaku usaha pariwisata juga diimbau untuk tidak menaikkan tarif secara tidak wajar selama event berlangsung. Hal ini menjadi angin segar bagi wisatawan yang berencana menghabiskan liburan akhir pekan panjang di Samosir.

Kolaborasi Lintas Lembaga

TCCF 2026 merupakan hasil kolaborasi antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara, Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), dan Pemerintah Kabupaten Samosir sebagai tuan rumah. Sinergi ini diharapkan memperkuat posisi Samosir sebagai destinasi utama wisata budaya serta penyelenggara event internasional di kawasan Danau Toba.

Bagi traveler yang ingin merasakan atmosfer kompetisi sekaligus menikmati keindahan alam dan budaya Batak, periode 24–27 September 2026 menjadi waktu yang tepat untuk merencanakan perjalanan ke Samosir—sekaligus membuktikan bahwa keindahan Danau Toba berpadu harmonis dengan karya anak bangsa.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top