BALIKPAPAN — Ketua Tim Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Huda Abshor Mukhsinin, menyebut masa peralihan dan awal musim hujan kerap diwarnai perubahan cuaca yang cepat. Kondisi tersebut meningkatkan risiko hujan lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Kalimantan Timur.
"Perlu diwaspadai bahwa cuaca ekstrem pada peralihan dan awal musim hujan pasti seringkali menyebabkan hujan lebat," ujar Huda, Kamis (5/11/2026).
Huda menyoroti daerah dengan topografi atau kemiringan lereng cukup curam sebagai titik paling berisiko. Wilayah tersebut berpotensi mengalami banjir dan longsor saat hujan deras turun.
"Khususnya daerah yang memiliki topografi atau kemiringan lereng cukup curam yang beresiko terhadap bencana banjir dan longsor," kata Huda.
Peringatan serupa disampaikan Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan karena perubahan kondisi cuaca bisa terjadi secara tiba-tiba.
"Antisipasi kalau ada hujan dengan durasi besar dapat berpotensi terjadi mungkin banjir-banjir sesaat dan tanah longsor," tuturnya.
BPBD telah berkoordinasi dengan BMKG terkait perkembangan kondisi cuaca di Kalimantan Timur. Langkah ini untuk mengantisipasi potensi hujan lebat secara tiba-tiba.
"Sehingga kami juga mengantisipasi jika adanya hujan yang tiba-tiba besar. Kami meminta masyarakat untuk mengantisipasi potensi bencana akibat perubahan kondisi cuaca tersebut," pungkasnya.
Warga diimbau memantau informasi cuaca terkini dan menyiapkan langkah antisipasi di lingkungan masing-masing, terutama bagi yang tinggal di kawasan rawan genangan dan lereng.