SAMARINDA — Buyung menjelaskan pemantauan satelit menunjukkan kecenderungan penurunan titik panas, tetapi angka itu tidak bisa langsung dimaknai sebagai jumlah kejadian kebakaran. Titik panas merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang masih harus diverifikasi lewat pemeriksaan lapangan.
“Titik panas itu bukan kebakaran, itu pembacaan anomali di darat terhadap suhu permukaan. Itu harus divalidasi oleh kita,” kata Buyung, Selasa, 20 Oktober 2026.
Empat Daerah Nol Laporan Kebakaran Baru pada 16–18 Oktober
Data laporan yang diterima BPBD pada periode 16–18 Oktober 2026 menunjukkan aktivitas kebakaran melandai di sejumlah wilayah. Balikpapan, Berau, Bontang, dan Kutai Barat tidak memiliki laporan kebakaran baru yang masuk selama periode tersebut.
Di Kutai Kartanegara, laporan terakhir tercatat pada 16 Oktober dengan dua kejadian. Kawasan Sangatta, Kutai Timur, masih menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam penanganan karhutla.
Kebakaran di Pelita Padam Tiga Hari, Lalu Muncul Lagi
Penurunan laporan belum menjamin kebakaran sepenuhnya berakhir. Buyung mencontohkan kebakaran di kawasan Pelita yang telah dipadamkan selama tiga hari berturut-turut, tetapi kembali muncul di area yang sama.
Kondisi itu diduga berkaitan dengan bara yang masih tersisa setelah pemadaman. Kebakaran juga dapat muncul di titik berbeda sehingga petugas harus terus melakukan pemantauan dan penanganan.
Mengapa Asap Masih Terlihat Meski Kebakaran Berkurang
Persoalan lain yang belum selesai ialah asap yang masih berada di atmosfer. Berkurangnya kebakaran baru tidak serta-merta menghilangkan asap yang telah terakumulasi.
Kondisi cuaca dan intensitas sinar matahari turut memengaruhi bagaimana asap terlihat di permukaan. “Asap itu enggak akan bisa hilang. Dia bisa hilang kalau misalnya cahaya matahari tembus. Tapi kalau hilang, insyaallah setelah musim hujan,” ujarnya.
Hujan Lokal Belum Cukup, BPBD Tunggu Hujan Merata November
Buyung berharap hujan yang lebih merata pada awal musim hujan, yang diperkirakan mulai November, dapat membantu mengurangi dampak kabut asap. Hujan yang terjadi beberapa waktu terakhir dinilai belum cukup untuk memastikan kabut asap segera berakhir.
Ia memperkirakan dibutuhkan hujan deras yang berlangsung beberapa hari. Durasi pastinya belum dapat dipastikan karena bergantung pada kondisi atmosfer.