Pencarian

FPTI Kutai Timur Borong 14 Medali Emas di Kejurprov Panjat Tebing Kaltim 2026, Targetkan Atlet Tembus Pelatnas

Selasa, 19 Mei 2026 • 18:01:54 WIB
FPTI Kutai Timur Borong 14 Medali Emas di Kejurprov Panjat Tebing Kaltim 2026, Targetkan Atlet Tembus Pelatnas
FPTI Kutai Timur berhasil meraih 14 medali emas di Kejurprov Panjat Tebing Kaltim 2026.

Pencapaian ini bukan hasil instan. Koordinator tim pelatih FPTI Kutim, Fitriyadi, mengungkapkan bahwa cetak biru kesuksesan telah dirancang sejak sebelum Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Berau 2022. Strategi utamanya adalah investasi sumber daya manusia dengan pendekatan sport science.

Pengurus sengaja mengumpulkan lima pelatih spesialis berlisensi nasional. Fitriyadi dan Jamal Al Hadad bertanggung jawab atas latihan fisik dan teknik atlet kategori prestasi. Sementara itu, Reky Picalia dan Novi Cahya Wardani fokus membina kelompok pemula dan anak usia 9 hingga 13 tahun untuk memastikan regenerasi. Ahmad Aidil ditugaskan sebagai perancang rute (route setter) bersertifikasi C2 untuk memperkaya simulasi pertandingan.

“Kami berusaha melengkapi komposisi pelatih bersertifikat, baik menggunakan biaya organisasi hingga kantong pribadi pengurus,” ujar Fitriyadi kepada wartawan.

Momentum Besar, Terbentur Anggaran Daerah

Ketua Umum FPTI Kutim, Aji Fahriza Hakim, menegaskan target berikutnya adalah melahirkan atlet yang mampu bersaing di level internasional. Namun, ambisi itu harus berhadapan dengan realitas infrastruktur.

FPTI Kutim berencana melakukan standardisasi internasional pada fasilitas di Sport Climbing Center Bukit Pelangi. Sayangnya, realisasi proyek ini masih harus menunggu kondisi keuangan daerah stabil. “Kami mengawal momentum ini, menunggu keuangan daerah stabil, lalu perlahan fasilitas akan kami sempurnakan,” kata Aji Fahriza.

“Pencapaian ini adalah yang tertinggi sepanjang sejarah berdirinya FPTI Kutai Timur,” tambahnya.

Fanatisme Pengurus: Menginap di Sekretariat Demi Atlet

Di balik raihan medali, ada cerita tentang dedikasi pengurus yang melampaui batas birokrasi. Fitriyadi menceritakan bagaimana Ketua Harian FPTI Kutim, Ismail, kerap turun tangan langsung untuk memastikan kenyamanan atlet.

Saat pemusatan latihan (training center), Ismail diketahui sering menginap di sekretariat bersama para atlet, terutama di akhir pekan. Hambatan pencairan dana yang kerap menjadi kendala klasik olahraga daerah pun diakali secara personal. “Bahkan untuk kebutuhan logistik seperti bahan makanan dan lainnya, beliau kerap merogoh kocek pribadi,” tutup Fitriyadi.

Manajemen yang rapi ini akhirnya mendapat sokongan penuh dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta KONI Kutim.

Bagikan
Sumber: pro.kutaitimurkab.go.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks