SAMARINDA — Tiga strategi khusus disiapkan untuk membawa atlet Kalimantan Timur bersaing di PON 2028. KONI Kaltim menitipkan agenda ini dalam Rakerprov ICF Kaltim 2026 yang resmi dibuka di Samarinda, pekan ini.
Apa Tiga Strategi yang Disiapkan KONI Kaltim?
Ketiga strategi itu mencakup pembinaan atlet usia dini, penguatan tata kelola organisasi cabang olahraga, dan peningkatan kualitas pelatih. KONI Kaltim menilai tiga pilar ini menjadi kunci utama jika ingin bersaing di level nasional.
“Tanpa pembinaan yang sistematis sejak awal, target medali emas hanya akan menjadi wacana,” ujar perwakilan KONI Kaltim dalam forum tersebut. Ia menambahkan bahwa soliditas organisasi juga harus diperkuat agar program berjalan tanpa hambatan birokrasi.
Mengapa Pembinaan Atlet Usia Dini Jadi Prioritas?
KONI Kaltim melihat celah regenerasi atlet di sejumlah cabang olahraga. Selama ini, atlet senior mendominasi tanpa kaderisasi yang jelas. Lewat Rakerprov ICF 2026, mereka mendorong pembentukan pusat latihan bersama (TC) di tingkat kota dan kabupaten.
“Kami ingin setiap daerah punya pemetaan bakat. Jangan sampai atlet potensial di pedalaman tidak tersentuh pembinaan,” lanjutnya. Langkah ini dinilai lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan seleksi dadakan jelang PON.
Peran ICF Kaltim dalam Soliditas Organisasi Olahraga
ICF Kaltim diminta menjadi jembatan antara KONI dan pemerintah daerah. Dalam rakerprov ini, mereka membahas sistem monitoring prestasi atlet secara real-time agar tidak ada data yang terlewat.
“Soliditas organisasi bukan sekadar rapat rutin. Harus ada sistem evaluasi yang ketat,” tegasnya. KONI juga meminta ICF mengawal distribusi anggaran pembinaan agar tepat sasaran hingga ke klub-klub di kampung.
Target Emas PON: Bukan Sekadar Angka
Kalimantan Timur menargetkan posisi lima besar pada PON mendatang. Untuk mencapai itu, KONI tidak hanya mengandalkan atlet senior, tetapi juga menjaring bibit baru dari ajang kejuaraan daerah.
“Kita harus realistis. Tanpa strategi rahasia ini, persaingan dengan provinsi lain akan sangat berat,” ujar sumber di internal KONI. Rakerprov ICF 2026 dijadwalkan menghasilkan rekomendasi teknis yang akan dieksekusi mulai triwulan kedua tahun ini.