PASER — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) memulai konstruksi proyek Extension 2 Line Bay Gardu Induk (GI) 150 kV Grogot arah GI Sei Durian sejak 11 Mei 2026. Proyek ini menjadi tulang punggung interkoneksi sistem kelistrikan antara Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.
Saat ini, pekerjaan memasuki tahap pembangunan jalur pendukung instalasi kabel yang berlangsung bersamaan dengan proses penarikan dan penyambungan kabel. Seluruh rangkaian proyek dikerjakan oleh KSO Usaha Bakti Perkasa–PT Mahameru Energi Semesta di bawah pengawasan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 1 (UPP KLT 1).
Pengawasan Ketat di Setiap Tahap Konstruksi
Manager PLN UPP KLT 1, I Made Gita Prawira, menegaskan bahwa setiap tahapan pekerjaan diawasi secara ketat. Targetnya, kualitas proyek dan keselamatan kerja tetap terjaga selama masa konstruksi.
“Seluruh pekerjaan kami pastikan berjalan sesuai standar PLN, baik dari sisi mutu, ketepatan waktu, maupun aspek keselamatan kerja. Pengawasan dilakukan secara konsisten agar pekerjaan di lapangan berjalan aman dan optimal,” ujar Gita, Sabtu (23/5/2026).
Manfaat untuk Dua Provinsi Sekaligus
General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menjelaskan bahwa pembangunan Line Bay ini merupakan bagian penting dari penguatan sistem interkoneksi listrik di Pulau Kalimantan. Infrastruktur ini akan membuat penyaluran tenaga listrik lebih fleksibel dan efisien.
“Infrastruktur ini akan memperkuat jaringan interkoneksi sehingga penyaluran tenaga listrik bisa lebih fleksibel dan efisien,” kata Basuki.
Line Bay tersebut nantinya akan terhubung dalam jalur interkoneksi GI Grogot–GI Sei Durian–GI Tarjun. Dengan tersambungnya tiga gardu induk ini, pasokan listrik di wilayah selatan Kaltim dan utara Kalsel diprediksi semakin andal dan minim gangguan.