BALIKPAPAN — Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci strategi Pemkot Balikpapan dalam mengejar target zero new stunting. Salah satu wujudnya adalah pelatihan PMT berbasis pangan lokal yang digelar Puskesmas Margo Mulyo bersama CSR PT PNM.
Pelatihan ini tidak sekadar seremonial. Para kader dibekali kemampuan teknis mulai dari memilah bahan pangan lokal yang murah dan mudah didapat, hingga teknik mengolahnya agar nilai gizinya tetap optimal. Target utamanya adalah ibu hamil dengan Kurang Energi Kronis (KEK) dan balita yang berisiko gizi kurang.
Mengapa Pangan Lokal Jadi Solusi?
Pendekatan ini dipilih agar intervensi gizi tidak bergantung pada bantuan eksternal yang sifatnya sementara. Bahan seperti ikan sungai, singkong, atau sayuran lokal yang tumbuh di sekitar warga bisa diolah menjadi makanan tambahan bergizi secara mandiri dan berkelanjutan.
“Keberhasilan program penurunan stunting sangat bergantung pada konsistensi pendampingan terhadap ibu hamil dan balita yang berisiko mengalami gangguan pertumbuhan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Dra. Alwiati, A.Apt., dalam sambutannya.
Ia menekankan bahwa kader harus aktif melakukan pemantauan hingga tingkat rumah tangga, bukan hanya saat ada kegiatan besar.
Peran Kader sebagai Ujung Tombak
Dalam pelatihan ini, para kader tidak hanya diajari soal gizi. Mereka juga mendapat pemahaman tentang mekanisme pendistribusian PMT agar tepat sasaran. Kader diharapkan menjadi edukator di lingkungan masing-masing, menyampaikan pesan tentang pola asuh dan pemenuhan gizi secara merata.
“Penanganan stunting adalah tanggung jawab bersama, tidak bisa diselesaikan pemerintah semata. Sinergi dari tenaga kesehatan, kader, pelaku usaha, hingga masyarakat luas diperlukan untuk perubahan perilaku yang berdampak nyata,” tegas Alwiati.
Bantuan Gizi dan Target Zero New Stunting
Pada kesempatan yang sama, perwakilan CSR PNM Peduli menyerahkan bantuan paket gizi tambahan secara simbolis kepada ibu hamil dan keluarga balita penerima manfaat. Bantuan ini menjadi stimulus awal agar program PMT berjalan efektif.
Dengan intervensi yang tepat sasaran dan berbasis data, Pemkot Balikpapan optimistis kasus stunting baru bisa ditekan. Langkah ini dinilai sebagai investasi awal untuk melahirkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing.