PENAJAM PASER UTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) tidak bisa bekerja sendiri. Untuk mewujudkan IKN sebagai pusat pertumbuhan baru, mereka menggandeng akademisi. Empat universitas resmi meneken kerja sama, yakni Universitas Padjadjaran (Unpad), UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Peran Strategis Kampus dalam Pembangunan IKN
Sekretaris Otorita IKN Bimo Adi Nursanthyasto mengatakan, perguruan tinggi memiliki peran vital dalam menyiapkan talenta masa depan dan menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan. "IKN membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi," ujarnya di Sepaku, Rabu.
Kerja sama ini mencakup pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga peningkatan kapasitas SDM. Salah satu poin penting adalah pemanfaatan IKN sebagai laboratorium hidup bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi.
Laboratorium Hidup bagi Mahasiswa
Bimo menambahkan, IKN bisa menjadi tempat belajar yang nyata bagi mahasiswa. "IKN dapat menjadi tempat belajar yang nyata bagi mahasiswa sekaligus ruang kolaborasi dalam pengembangan berbagai solusi pembangunan," katanya. Fakultas-fakultas teknik dan bidang ilmu lainnya diharapkan terlibat langsung dalam proyek-proyek pembangunan ibu kota baru.
Rektor UNS Hartono menyebut langkah ini strategis untuk memperkuat kontribusi akademik dalam pembangunan nasional. Sementara Rektor ULM Ahmad menekankan, kolaborasi bertujuan memberikan kontribusi terbaik bagi IKN sebagai pusat peradaban bangsa di masa depan.
Warga Lokal Jadi Prioritas
Satu hal yang ditekankan OIKN adalah keterlibatan warga sekitar. "Otorita IKN juga ingin warga sekitar menjadi bagian dari transformasi IKN, penguatan kapasitas SDM lokal jadi fokus bersama berbagai mitra, termasuk perguruan tinggi," ujar Bimo.
Pembangunan IKN disebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di kawasan. OIKN menyiapkan SDM lokal agar mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja yang terus berkembang seiring operasional ibu kota baru. Kerja sama dengan perguruan tinggi ini diharapkan menjadi jembatan antara kebutuhan industri dan kompetensi warga setempat.
Kolaborasi ini juga merujuk pada Peraturan Kepala Otorita IKN Nomor 4 Tahun 2026 tentang Peta Jalan Pendidikan Ibu Kota Nusantara 2025-2045. Regulasi itu bertujuan mendorong inovasi, meningkatkan daya saing nasional, dan mendukung transformasi ekonomi Indonesia melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.